Basuki, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), menjelaskan bahwa jembatan tol sepanjang sekitar 7,9 kilometer ini direncanakan membentang di atas Teluk Balikpapan dan bertujuan untuk menghubungkan Kabupaten PPU dengan Kota Balikpapan.
“Hingga nantinya menghubungkan Kabupaten PPU dengan Kota Balikpapan,” ujarnya.
Penyesuaian desain jembatan ini diperlukan karena perubahan lokasi titik jembatan untuk menyesuaikan dengan rencana pembangunan IKN. Basuki optimistis bahwa pembangunan jembatan ini akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah serta dapat memangkas waktu tempuh perjalanan menuju IKN menjadi hanya 30 menit dari Balikpapan.
“Kalau kita bisa bangun Jembatan Teluk Balikpapan, itu waktu tempuh akan menjadi 30 menit dari Balikpapan,” ulasnya. Meskipun Basuki belum memastikan jadwal pasti pembangunan jembatan, ia memastikan proyek ini akan menjadi prioritas Kementerian PUPR. “Saya kira iya,” ucapnya.
Dia juga menghimbau Pemkab PPU untuk memanfaatkan potensi yang dimiliki PPU sebagai Serambi Nusantara, mengingat pertumbuhan ekonomi PPU yang meningkat hingga 15 persen sebagai dampak dari pembangunan IKN. Basuki menekankan perlunya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung pertumbuhan tersebut.
“Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) nya, itu harus dikembangkan dulu. Jadi, saya kira PPU sendiri harus mempersiapkan diri dan saya yakin ke depannya PPU bisa bangkit. Apalagi kalau nanti kita bisa bangun jembatan Teluk Balikpapan,” pungkasnya. (*)