“Gempa Berau dan Mangkalihat Kaltim M5,6 tadi malam mengingatkan kita pada peristiwa gempa besar yang pernah terjadi di wilayah tersebut pada tahun 1921,” kata dia.
Sambung dia, gempa pada 1921 itu menyebabkan kerusakan di wilayah Sangkulirang dengan kerusakan paling parah di kawasan Pulau Rending, Teluk Sangkulirang. Rumah yang rusak di pulau tersebut didominasi di Kaliorang dan Sekurau.
Selain itu, lanjut dia, dampak gempa menyebabkan lubang bor menyemburkan air. Terjadi rekahan-rekahan tanah sepanjang 10 meter, lebar 20 cm, dengan kedalaman 2 meter dan menyemburkan air bercampur pasir dan tanah liat alias terjadi likuifaksi.
“Wilayah yang diguncang gempa ini mencapai radius 250 km. Terjadi 10 kali guncangan yang kuat dan berulang (gempa susulan). Gempa dipicu Sesar Sangkulirang (Sangkulirang Fault Zone) ini memicu tsunami 1 meter menimbulkan kerusakan parah di Sekurau,” tukasnya. (*)