TENGGARONG – Ramai pembahasan di sosial media beberapa waktu terakhir ini bahwasanya honor para penari massal pembukaan Erau Adat Kutai Tahun 2024 tanggal 21 September lalu belum terbayarkan. Karena penari ini mayoritas seorang pelajar. Banyak orang tua mengeluhkan keterlambatan pembayaran honor ini.
Keluhan ini ditujukan kepada dinas koordinator penari, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pun yang menjadi keberatan orang tua adalah rasa kekecewaan. Dikarenakan anak-anak mereka sudah lama berlatih untuk tampil di hadapan ribuan penonton.
Dikonfirmasi oleh Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar Puji Utomo. Keterlambatan pembayaran honor ini dikarenakan adanya kendala dalam proses administrasi keuangan. Pencairan honor ini sendiri terjadi karena gangguan di aplikasi SIPD. Karena kendala ini, yang seharusnya dalam waktu dua pekan telah terbayar namun jadi terhambat.
"Kendala SIPD ini terjadi di semua SKPD daerah. Namun anggaran sekarang sudah diserahkan ke rekening Event Organizer (EO), semoga dalam dua hari ini akan dibayarkan,” jelas Puji, Kamis (7/11).
Puji menyebut penari massal Erau kemarin ada 750 orang. Disdikbud Kukar menggelontorkan anggaran Rp 2 Miliar untuk pembukaan Erau. Dan para penari ini menerima honor Rp 1 Juta yang merupakan kenaikan.
Puji memastikan bahwa Pemkab Kukar akan mengawal dan membayarkan honor penari ini. Ia meminta agar para penari tetap semangat dan tidak terpengaruh dengan informasi yang sekiranya membuat simpang siur.
"Saya meminta maaf atas keterlambatan ini. Ini murni karena masalah sistem, bukan kesalahan individu. Kami dari Disdikbud dan BPKD mendukung penuh agar masalah ini segera terselesaikan. Saat ini dana sudah ada di rekening EO dan akan segera dibayarkan," pungkasnya. (moe)
Editor : Indra Zakaria