PROKAL.CO, SAMARINDA-Pengecekan teknis Jembatan Achmad Amins atau yang lebih dikenal sebagai Jembatan Mahkota II di Kota Samarinda terus berlanjut.
Meski hasil akhir penyelidikan belum dapat diumumkan, tim assessment yang bertugas mengonfirmasi bahwa pengecekan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Secara kasat mata, kondisi jembatan yang menjadi salah satu ikon Samarinda ini dinilai masih kokoh.
Di hari kedua, Minggu (8/12) malam, fokus utama tim tertuju pada tegangan kabel stay, komponen penting yang menopang struktur jembatan.
Ali Rosit, salah satu anggota tim assessment menyampaikan, beberapa sektor jembatan juga diperiksa menggunakan instrumen canggih yang disesuaikan dengan kebutuhan teknis.
“Jembatan ini sudah melayani masyarakat selama 10 tahun. Dari penyelidikan yang dilakukan, kami akan menentukan apakah kondisinya masih ideal atau perlu ada tindakan perbaikan. Semuanya tergantung hasil analisis yang lebih mendalam,” kata Ali.
Ali menambahkan, meskipun kondisi jembatan secara umum dinilai masih kuat dan aman untuk digunakan, pembukaan portal pembatas tetap harus mengikuti prosedur resmi. Hal ini diperlukan agar rekomendasi yang dikeluarkan benar-benar mencerminkan hasil evaluasi yang komprehensif.
“Jika portal pembatas dibuka sekarang, sebenarnya tidak ada masalah terkait kekuatan. Namun, prosedur ini penting untuk memastikan semua pihak, termasuk Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), memiliki data valid untuk pengambilan keputusan,” tambahnya.
Penyelidikan ini diharapkan dapat memenuhi aspirasi masyarakat Samarinda yang ingin Jembatan Mahkota II segera diakses secara umum.
Jembatan ini merupakan jalur strategis yang menghubungkan Samarinda dengan kawasan Palaran, sehingga keberadaannya sangat vital bagi mobilitas warga.
“Dari hasil sementara, jembatan sangat kuat dan aman. Namun, laporan lengkap akan dilayangkan ke KKJTJ. Mereka juga akan memberikan panduan terkait pemeliharaan yang harus dilakukan oleh Dinas PUPR Samarinda untuk menjaga keandalan jembatan di masa depan,” papar Ali lebih lanjut.
Menurutnya, proses uji beban dipastikan selesai pada akhir Desember 2024. Namun, waktu yang dibutuhkan oleh KKJTJ untuk menilai dan mengeluarkan rekomendasi resmi masih belum dapat dipastikan.
“Kami akan menyerahkan hasil penyelidikan ke pihak terkait setelah selesai. Diperkirakan bulan Januari akan keluar rekomendasi dari KKJTJ,” jelas Ali.
Selama proses penyelidikan berlangsung, beberapa pengendara yang mencoba melintasi Jembatan Mahkota II terlihat kebingungan. Banyak yang harus memutar balik setelah mendapati jembatan belum dibuka untuk umum.
“Saya kira sudah selesai ternyata masih ditutup. Jadi, mau tidak mau saya harus lewat Jembatan Mahakam. Padahal, saya dari Samarinda ingin pulang ke Palaran. Ini cukup menyulitkan,” ujar Ahmad, salah satu pengendara yang terkena dampak penutupan akses.
Pengemudi lain juga mengeluhkan kurangnya informasi terkait status jembatan. “Seharusnya ada informasi lebih jelas di titik masuk, jadi kami tidak perlu buang waktu untuk memutar balik,” keluhnya.
Meski menimbulkan gangguan sementara, penyelidikan ini menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan dan kelayakan Jembatan Mahkota II.
Sebagai jalur vital yang menopang aktivitas masyarakat Samarinda, evaluasi menyeluruh ini bertujuan untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengguna jembatan. (kis/nha)
Editor : Indra Zakaria