PROKAL.CO, BALIKPAPAN - DPRD Balikpapan mencatat beberapa keluhan dan saran dari pedagang Pasar Sepinggan. Hal itu dilakukan saat Komisi II memantau kondisi pangan di pasar tradisional.
Termasuk Koordinator Komisi II sekaligus Wakil Ketua DPRD Balikpapan Budiono. “Ada yang mengeluh tentang kebersihan, fasilitas kamar mandi, dan atap bocor,” katanya kepada awak media, Jumat (21/3) di Gedung Aula Kantor Kelurahan Gunung Bahagia.
Menurutnya revitalisasi Pasar Sepinggan juga menjadi prioritas Pemkot Balikpapan. “Kami juga berencana mengusulkan revitalisasi Pasar Sepinggan,” tuturnya.
Meski saat ini revitalisasi masih berfokus pada penataan di Pasar Klandasan. Namun secara bergantian, revitalisasi akan menyentuh seluruh pasar tradisional.
“Program revitalisasi memperbaiki estetika pasar tradisional dan meningkatkan minat masyarakat,” imbuhnya. Sebab tujuannya agar membuat penjual dan pembeli sama-sama merasa nyaman.
Ketua Komisi II Fauzi Adi Firmansyah menambahkan, revitalisasi pasar juga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Balikpapan. Hasil diskusi dengan Dinas Perdagangan, semua rencana revitalisasi pasar tradisional sudah terjadwal.
“Tinggal pelaksanaan revitalisasi harus bergantian dengan dokumen detail engineering design (DED) masing-masing,” ujarnya. Tahun ini, revitalisasi menyentuh Blok D Pasar Klandasan dan Pasar Loak Besi yang pindah ke Karang Joang.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Haemusri Umar mengatakan, rencana revitalisasi Pasar Sepinggan baru masuk tahap dokumen pra-design.
“Apabila anggota dewan mengusulkan revitalisasi Pasar Sepinggan perlu penyusunan DED pada APBD perubahan 2025 nanti,” bebernya. Sedangkan pembangunan fisik belum diketahui kapan bisa terealisasi.
Mengingat ini harus melihat kemampuan keuangan daerah. Menurutnya revitalisasi Pasar Sepinggan paling cepat tahun depan. “Itu tergantung ketersediaan dana daerah dan kesepakatan alokasi dana dari legislatif,” tuturnya. (din)