PROKAL.co, BALIKPAPAN– Kawasan MT Haryono kini tampil memikat sebagai wajah baru pusat kota Balikpapan. Usai penataan besar-besaran yang rampung tahun lalu, kawasan ini menjelma menjadi destinasi favorit warga. Tak hanya sebagai pusat ekonomi, tetapi juga lokasi wisata kuliner dan swafoto yang kian ramai dikunjungi.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menyambut positif geliat baru di kawasan tersebut. Ia menegaskan bahwa penataan MT Haryono bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari visi jangka panjang menuju kota yang nyaman dan sejahtera.
“Lebih baik kami bekerja dulu. Kalau hasilnya sudah terlihat, biarkan masyarakat yang menilai,” ujarnya, saat ditemui usai upacara peringatan Hardiknas 2025 di Kantor Pemkot Balikpapan, Jumat (2/5) pagi.
Rahmad juga memaparkan sejumlah rencana pengembangan lanjutan. Termasuk pemasangan CCTV di berbagai titik sebagai langkah menuju Balikpapan Smart City, konsep kota pintar yang mengedepankan keamanan dan kenyamanan warganya.
Terkait kritik terhadap desain lampu jalan yang dianggap serupa dengan kota lain, Rahmad menanggapinya bijak. Menurutnya, penataan dilakukan melalui kajian dan konsultasi mendalam. “Soal estetika, tergantung sudut pandang. Tapi semua masukan tetap kami evaluasi,” katanya.
Sebagai proyek percontohan (pilot project), MT Haryono disiapkan untuk menjadi model penataan kawasan urban yang terintegrasi. Tak hanya mempercantik wajah kota, Pemerintah Kota Balikpapan juga terus menggarap infrastruktur pendukung, termasuk proyek pengurukan di area belakang Pasar Segar sebagai bagian dari upaya penanggulangan banjir.
Ia menambahkan, ke depan MT Haryono bukan hanya bersolek. Tetapi tengah dipersiapkan menjadi simbol baru kemajuan kota Balikpapan.
Upaya penataan kawasan oleh Pemerintah Kota Balikpapan mendapat sambutan positif dari warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi. Mereka menilai langkah ini membawa perubahan signifikan terhadap ketertiban dan suasana lingkungan, serta berharap pembenahan serupa bisa diterapkan di ruas jalan lainnya di kota ini.
Salah satu warga yang merasakan langsung dampaknya adalah Yanti, pedagang warung lalapan yang baru tiga bulan berjualan di kawasan tersebut. Meski sempat khawatir akan terganggu, Yanti justru menilai penataan ini sebagai langkah yang membawa harapan baru.
“Saya menanggapinya positif banget. Mungkin nanti jadi lebih baik. Yang penting selama tujuannya bagus, saya dukung,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Ia juga tidak mempermasalahkan jika kawasan itu digunakan untuk aktivitas publik seperti berfoto atau sekadar nongkrong. Menurutnya, selama kegiatan yang dilakukan tetap dalam batas positif dan tertib, hal tersebut justru bisa menjadi daya tarik baru bagi lingkungan sekitar.
“Selama itu positif, saya dukung aja. Lagipula sejauh ini, pendapatan saya nggak terlalu terpengaruh walaupun ada penataan,” tambahnya.
Yanti pun berharap penataan seperti ini bisa diperluas ke wilayah lain di Balikpapan, agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak masyarakat. “Bagus aja. Kita sebagai masyarakat ya ikuti saja apa yang dijalankan pemerintah, asal hasilnya memang baik untuk kita semua,” tuturnya.
Penataan kawasan ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Balikpapan dalam menciptakan ruang publik yang lebih nyaman, tertib, dan mendukung aktivitas sosial-ekonomi warga. Pemerintah pun terus mendorong partisipasi masyarakat agar proses pembenahan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Editor : Wawan