Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Guru PNS di Kubu Raya Ditemukan Tewas Ditikam Tetangga Disabilitas

Redaksi • 2025-05-09 12:30:00
Polisi saat menggelar olah TKP pembunihan seorang guru wanita di Perumahan BTN Teluk Mulus, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya.
Polisi saat menggelar olah TKP pembunihan seorang guru wanita di Perumahan BTN Teluk Mulus, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya.

Sebuah peristiwa tragis mengejutkan warga Perumahan BTN Teluk Mulus, Desa Teluk Kapuas, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Rabu (7/5) malam sekitar pukul 23.50 WIB. Seorang guru PNS, Diah Rindani (38), ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamarnya setelah ditikam oleh tetangganya sendiri, OB (16), yang diketahui menyandang disabilitas tuna wicara dan tuna rungu.

Pelaku ditangkap warga tak lama setelah kejadian. OB menyerang korban dengan senjata tajam jenis badik, yang kemudian diamankan sebagai barang bukti oleh pihak kepolisian. Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 23.50 WIB. Saat itu, ayah korban, Solikin (61), yang tinggal serumah, mendengar suara teriakan dari kamar putrinya. Ia segera menuju kamar Diah dan mendapati anaknya dalam kondisi bersimbah darah, sementara pelaku masih berada di dalam kamar dengan membawa senjata tajam.

Solikin berusaha melumpuhkan pelaku, namun sempat mendapat perlawanan dan mengalami luka ringan akibat sabetan badik. Di saat bersamaan, anggota keluarga lainnya, Tri (59), langsung memeluk korban yang sudah dalam kondisi kritis. Warga yang mendengar keributan mulai berdatangan. Salah satu saksi mata, Roy, menyatakan ia mendengar suara rintihan dari arah rumah korban sekitar pukul 00.30 WIB.

"Saya dengar suara minta tolong. Pas sampai di rumah korban, pelaku sudah ditangkap ayah korban. Kami bantu mengamankan dia. Korban sudah terluka parah dan penuh darah," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Kamis (8/5) di Sungai Raya.

Roy menambahkan, pelaku dikenal sebagai remaja penyandang disabilitas yang tinggal sendiri karena telah yatim piatu. OB sering makan di rumah korban maupun di rumah tetangga sekitar. "Kami semua kaget. Selama ini dia enggak pernah buat masalah, bahkan sering dibantu warga. Korban juga dikenal baik dan suka membantu," tambah Roy.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit TK II Kartika Husada, namun nyawanya tidak tertolong. Diah Rindani (DR) dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah di bagian kepala dan dada, dengan total delapan luka tusukan yang diduga akibat serangan badik pelaku.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kubu Raya, Iptu Hafiz Febrandani, menyampaikan bahwa pihak kepolisian segera bergerak ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari warga. Sekitar pukul 01.30 WIB, Kamis (8/5), tim dari Polsek Sungai Raya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Perumahan BTN Teluk Mulus untuk mengamankan pelaku. “Saat ini, motif pelaku masih kami dalami. Pelaku merupakan anak yatim piatu yang diketahui sering makan di rumah korban maupun di tetangga sekitarnya,” jelas Hafiz kepada wartawan.

Dari hasil olah TKP, pelaku diketahui masuk ke rumah korban melalui pintu belakang dengan membawa senjata tajam jenis badik lengkap dengan sarungnya. Diduga kuat, pelaku awalnya berniat melakukan pencurian sebelum akhirnya terjadi penusukan terhadap korban. “Korban mengalami luka parah di bagian kepala dan dada, total ada delapan luka tusukan. Ia sempat dibawa ke Rumah Sakit TK II Kartika Husada oleh keluarga dan warga, namun sayangnya nyawanya tidak tertolong,” ungkap Hafiz.

Lebih lanjut, pihak kepolisian menyatakan akan melibatkan ahli bahasa isyarat dan psikologi untuk memeriksa pelaku, mengingat keterbatasan komunikasi yang dimiliki remaja tersebut. “Kami membutuhkan pendamping ahli, karena pelaku merupakan penyandang disabilitas tuna wicara. Hal ini penting agar proses pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan semua keterangan bisa digali secara maksimal,” tambahnya. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Mapolres Kubu Raya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. (ash)

Editor : Indra Zakaria