Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Biro Kesra) Setda Provinsi Kalimantan Timur, Dasmiah, menegaskan komitmen pemerintah dalam menyukseskan program gratispol pendidikan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Kaltim dan mempersiapkan mereka menghadapi persaingan di masa depan.
Dasmiah menjelaskan bahwa Pemprov Kaltim telah menjalin kerja sama erat dengan tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah Kaltim.
"Kami telah melakukan mitigasi awal dengan verifikasi data calon penerima beasiswa," ujarnya saat jumpa pers terkait program unggulan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim periode 2025-2030 yaitu Gratispoldi aula Warung Informasi Etam Kaltim (WIEK) Kantor Diskominfo Kaltim, Rabu (17/6/2025).
Lebih lanjut, Dasmiah menambahkan bahwa mahasiswa yang tidak mendapatkan program beasiswa dari perguruan tinggi akan dikirimkan datanya ke untuk ditindaklanjuti. "Kami juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) agar tidak terjadi tumpang tindih penerima beasiswa," tegasnya.
Untuk memastikan program berjalan optimal, pengawasan ketat akan terus dilakukan. Setiap bulan akan mengadakan rapat evaluasi. Selain itu, BPKP dan Inspektorat Wilayah (Itwil) Kaltim juga akan turut serta mengawasi langsung pelaksanaan program ini di lapangan.
Pemerintah Provinsi Kaltim juga aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Dasmiah berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya.
Oleh karena itu, kita harus memastikan SDM Kaltim berkualitas dan mampu bersaing dengan lulusan dari luar pulau, sehingga dapat bersama-sama membangun Kaltim menjadi lebih baik. Dasmiah berpesan kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan pelaksanaan program ini. "Program ini sudah berjalan. Jika ada oknum yang mencoba memungut biaya, segera laporkan kepada kami. Kami akan menindak tegas perguruan tinggi atau pihak yang terlibat," pungkas Dasmiah.
Program ini telah memiliki dasar hukum yang kuat dan diharapkan dapat berjalan lancar sesuai harapan masyarakat Kaltim. (adv/diskominfo/i)
Editor : Indra Zakaria