JAKARTA- Viral di media sosial, seorang penumpang maskapai Lion Air marah-marah dan teriak bom. Kemarahan ini diluapkan penumpang diduga karena kekesalannya terhadap keterlambatan penerbangan atau delayed.
Dalam sebuah video di media sosial TikTok, penumpang laki-laki yang marah meminta seluruh petugas untuk turun dan menyampaikan bahwa ada bom di dalam pesawat. "Yang merasa petugas, turun. Mau polisi, mau tentara, mau apa itu, turun. Ada bom!," teriak penumpang tersebut dengan nada marah yang dikutip dari akun TikTok @boeangsaoet, dikutip Minggu (3/8).
Sebelum marah, terlihat lebih dulu pramugara yang menyampaikan permohonan maaf lantaran penerbangan mengalami keterlambatan. Namun, emosi penumpang laki-laki itu tidak bisa terbendung.
Ia kemudian meminta, petugas itu untuk menutup pintu pesawat yang spontan memicu para penumpang lainnya merasa resah. Seorang penumpang lain tampak berbicara empat mata langsung dengan petugas yang kena damprat kemarahan penumpang yang marah itu.
Tak hanya petugas, ternyata para penumpang lainnya juga kena omelan pria yang sedang murka tersebut. Bahkan, diminta untuk turun juga dari pesawat jika merasa tidak nyaman.
"Enggak nyaman, turun. Ini punya kita soalnya pesawatnya, biar tahu kalian," serunya. Sesaat kemudian, dia melepas sabuk pengaman dan pergi ke toilet untuk buang air kecil (BAK), penumpang lain ramai-ramai melayangkan keresahannya ke petugas.
"Diamankan aja itu, pak. Kami enggak aman juga pak. Kami juga enggak aman, pak. Turunkan aja turun," ujar penumpang lain. "Iya benar-benar," sahut penumpang lainnya. "Di sini banyak anak-anak pak, banyak orang tua. Jangan gara-gara satu orang pak," tambahnya.
Lantas, pramugara meminta semua penumpang lainnya tetap tenang. Lantaran, petugas Lion Air di Bandara Soekarno Hatta akan segera datang untuk mengamankan penumpang yang berteriak bom itu.
"Tenang, tenang. Mohon penumpang lain duduk dulu, biar bisa kondusif sama kita. Nanti petugas keamananny kita, naik. Penumpang lain tetap duduk, ini sedang mau diproses," ujar pramugara maskapai Lion itu.
SUDAH DITURUNKAN
Manajemen maskapai Lion Air akhirnya buka suara soal penumpang pesawat yang marah-marah dan melayangkan ancaman bom di penerbangan JT-308 dengan rute Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Kualanamu, Medan. Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro memastikan penumpang laki-laki berinisial H tersebut sudah diturunkan dari pesawat.
"Penumpang H diturunkan dan diserahkan kepada pihak berwenang, yaitu petugas keamanan bandar udara (aviation security), Otoritas Bandar Udara, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) serta kepolisian untuk investigasi dan proses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku," kata Danang kepada JawaPos.com, Minggu (3/8).
Lebih lanjut Danang menyebut, penerbangan dari Soetta ke Medan itu dioperasikan dengan pesawat Boeing 737-9 registrasi PK-LRH dan mengangkut 184 pelanggan.
Bahkan, seluruh prosedur keberangkatan berjalan normal hingga pesawat selesai proses push back atau mundur dari posisi parkir dan bersiap menuju taxiway atau landas hubung. Namun, saat posisi pesawat sudah push back, salah satu pelanggan laki-laki berinisial H menyampaikan informasi adanya bom kepada awak kabin hingga akhirnya pesawat kembali diarahkan kembali ke apron.
Meskipun pernyataan awal pelanggan diduga sebagai candaan, Lion Air bersama pihak berwenang mengambil langkah tegas dan preventif dengan mengklasifikasikan situasi sebagai potensi ancaman atau bomb threat.
"Hal ini dilakukan demi memastikan kenyamanan seluruh pelanggan dan awak pesawat dalam menjalankan standar keselamatan serta keamanan penerbangan yang berlaku," tukasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria