SAMARINDA- Fenomena merokok di kalangan remaja Kalimantan Timur (Kaltim) kini berada di titik kritis. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi perokok usia 10-21 tahun di Kaltim mencapai 18,3 persen, melampaui angka rata-rata nasional yang berada di 12,4 persen.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Jaya Muallimin, menyebutkan angka yang miris ini dalam Seminar Kesehatan bertema "Merdeka Tanpa Asap Rokok dan Vape!". Ia menekankan bahwa tingginya angka perokok remaja ini menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda Kaltim. "Jika kedua kasus ini (prevalensi merokok dan penyalahgunaan narkotika) tidak diturunkan, maka mimpi Kaltim menuju generasi emas sulit terwujud," tegasnya.
Tingginya angka perokok ini juga berkontribusi pada posisi Kaltim di peringkat ketiga nasional untuk penyakit jantung dan stroke. Seminar ini diadakan untuk menyadarkan para pemangku kepentingan dan masyarakat, terutama kaum muda, akan bahaya rokok dan vape, serta pentingnya gaya hidup sehat. (*)
Editor : Indra Zakaria