Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

DPRD Balikpapan Targetkan Pembangunan Pasar Induk Balikpapan Dimulai Tahun 2027

Wawan • Rabu, 22 Oktober 2025 - 02:50 WIB

Taufik Qul Rahman bersama penyiar Radio KPFM Balikpapan usai talkshow.Taufik Qul Rahman bersama penyiar Radio KPFM Balikpapan usai talkshow.
Taufik Qul Rahman bersama penyiar Radio KPFM Balikpapan usai talkshow.Taufik Qul Rahman bersama penyiar Radio KPFM Balikpapan usai talkshow.

BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan menargetkan pembangunan Pasar Induk Balikpapan dapat mulai direalisasikan pada tahun 2027. Proyek strategis ini diharapkan mampu memperkuat sistem distribusi bahan pangan, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama dalam posisi Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal tersebut disampaikan oleh anggota Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman, dalam program talkshow di Radio KPFM Balikpapan, Selasa (21/10/2025). Menurutnya, proyek pembangunan pasar induk telah melalui tahapan kajian teknis yang melibatkan Universitas Negeri Malang (UM). “Alhamdulillah, gambar DED-nya sudah selesai semuanya. Sekarang tinggal kita dorong untuk masuk ke tahap perencanaan lanjutan,” ujarnya.

Taufik menegaskan bahwa DPRD bersama Pemerintah Kota Balikpapan akan terus berkoordinasi untuk mempercepat proses pembangunan dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah. “Insya Allah, kita akan genjot dari sisi anggaran. Diharapkan pada tahun 2027 pembangunan sudah bisa dilaksanakan,” katanya optimistis.

Lebih lanjut, Taufik mengungkapkan bahwa Komisi II DPRD Balikpapan telah melakukan studi banding ke Palembang dan Pekanbaru guna mempelajari konsep dan pola pengelolaan pasar induk di daerah lain. “Di Palembang, pasar induknya dikelola oleh pemerintah provinsi. Sementara di Pekanbaru masih dalam proses pembangunan,” jelasnya.

Dari hasil kunjungan tersebut, DPRD memperoleh gambaran bahwa sebagian besar proyek pasar induk di daerah lain tidak sepenuhnya menggunakan dana pemerintah. “Biasanya tanahnya milik pemerintah, tapi pembangunannya dilaksanakan oleh pihak swasta dengan sistem Build, Operate, Transfer (BOT). Jadi ada kerja sama pemerintah dan swasta,” terangnya.

Sebagai perbandingan, pasar induk di Pekanbaru dibangun di atas lahan seluas dua hektare dengan nilai investasi sekitar Rp120 miliar. Sementara Pemerintah Kota Balikpapan saat ini telah menyiapkan lahan seluas 9,2 hektare untuk proyek serupa.

“Namun dari total lahan itu, yang sudah bebas dari masalah baru sekitar 4,2 hektare. Jadi, itu yang akan kita prioritaskan untuk dibangun terlebih dahulu,” ujar Taufik.

Ia berharap pembangunan Pasar Induk Balikpapan nantinya tidak hanya menjadi pusat perdagangan grosir, tetapi juga pusat logistik modern yang mampu menekan rantai distribusi bahan pokok dan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. “Pasar induk ini bukan hanya soal perdagangan, tapi juga bagian dari penguatan ketahanan pangan kota,” pungkasnya. (an/adv)

Editor : Wawan
#dprd balikpapan #ADV DPRD BALIKPAPAN