PROKAL.CO- Ketegangan geopolitik terkait status wilayah Greenland memasuki babak baru setelah pemerintah Denmark memutuskan untuk mengerahkan pasukan militer dalam jumlah besar ke pulau tersebut. Berdasarkan laporan stasiun televisi Denmark TV2, personel angkatan bersenjata diperkirakan tiba pada 19 Januari malam waktu setempat. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya perhatian internasional terhadap wilayah otonom tersebut.
Mobilisasi militer ini terjadi di tengah pernyataan berulang Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyatakan ketertarikannya agar Greenland menjadi bagian dari Amerika Serikat. Pihak Gedung Putih berulang kali menekankan bahwa posisi geografis Greenland memiliki nilai strategis yang sangat krusial bagi keamanan nasional AS. Namun, ambisi tersebut mendapat penolakan keras dari Kopenhagen dan otoritas lokal Greenland yang meminta AS untuk menghormati kedaulatan wilayah mereka.
Greenland, yang merupakan bekas koloni Denmark hingga tahun 1953, saat ini memegang status otonomi di bawah Kerajaan Denmark sejak 2009 dengan kewenangan penuh atas kebijakan dalam negeri. Pengerahan pasukan ini dipandang sebagai pesan simbolis sekaligus nyata dari Denmark untuk menegaskan bahwa pulau terbesar di dunia itu bukan untuk diperjualbelikan dan tetap berada di bawah kendali sah Kerajaan Denmark. (*)
Editor : Indra Zakaria