SAMARINDA – Program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Beasiswa Gratispol, kini tengah menjadi sorotan tajam setelah sejumlah mahasiswa mengeluhkan pembatalan status penerima secara mendadak. Keluhan ini mencuat ke publik usai Ade Rahayu, seorang mahasiswi S2 Kelas Eksekutif Institut Teknologi Kalimantan (ITK), mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial terkait ketidakpastian bantuan pendidikan yang sebelumnya telah dijanjikan.
Ade mengaku merasa dibohongi oleh pengelola program karena sejak tahun 2025 dirinya telah dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa melalui jalur kelas eksekutif. Berpegang pada pengumuman resmi tersebut, ia telah menjalani satu semester perkuliahan dengan harapan biaya yang telah dikeluarkan akan diganti oleh pemerintah. Namun secara mengejutkan, pada Januari ini ia menerima surat pembatalan resmi dengan alasan kelas eksekutif tidak diakomodasi dalam program tersebut.
Pembatalan sepihak ini dirasakan sangat berat, terutama bagi mahasiswa yang telah menyusun rencana pendidikan dan finansial berdasarkan janji beasiswa tersebut. Ade yang merupakan seorang yatim mengungkapkan bahwa banyak rekan-rekannya di kelas eksekutif adalah pekerja yang berjuang membiayai kuliah demi masa depan keluarga. Kabar pembatalan ini pun memicu reaksi luas dari warganet yang menyayangkan koordinasi program yang dinilai tidak konsisten dan berdampak pada psikologis mahasiswa.
Menanggapi kegaduhan tersebut, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji menegaskan akan segera melakukan pengecekan dan menindaklanjuti permasalahan ini ke Tim Gratispol. Seno mengakui bahwa jika merujuk pada Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2025, kelas eksekutif memang tidak termasuk dalam kategori yang diakomodasi. Meski demikian, ia menaruh perhatian pada bukti percakapan antara mahasiswa dengan admin program yang sebelumnya sempat menyatakan bahwa kelas eksekutif atau karyawan bisa mendapatkan bantuan tersebut.
Seno Aji menyatakan bahwa seharusnya simpang siur informasi seperti ini tidak boleh terjadi karena menyangkut harapan besar para pelajar di Kaltim. Pihaknya menduga ada kendala teknis dalam koordinasi internal, baik di pihak kampus ITK maupun di manajemen program Gratispol. Ia berjanji akan segera menginformasikan kembali hasil tindak lanjut ini guna memberikan kejelasan bagi para mahasiswa yang terdampak. (*)
Editor : Indra Zakaria