PROKAL.CO, KUALA LUMPUR-Seorang pengusaha Malaysia, Dato Guntur, berminat menanamkan modalnya untuk pembangunan pembangkit listrik solar cell di Kalimantan.
Dato Guntur merupakan warga Malaysia bersuku Banjar yang sudah hidup turun-temurun di negeri jiran itu.
Minatnya itu merupakan respons atas paparan Ketua Kerukunan Bubuhan Banjar Kalimantan Timur (KBB KT), Irianto Lambrie, saat memberi sambutan pada pembukaan Mesyuarat Agung/Kongres Pertubuhan Banjar Malaysia (PBM), di Ma'had Bagan Serai, Negeri Perak, Malaysia, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kehadiran Irianto dalam agenda itu untuk mewakili Pengurus Pusat Kerukunan Bubuhan Banjar (PP KBB) Sa-Dunia.
Pada kesempatan itu, salah satu poin yang dipaparkan Irianto adalah potensi dan peluang bisnis di Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan secara keseluruhan.
Peluang-peluang itu, kata dia, dapat ditindaklanjuti oleh pengusaha Banjar di Malaysia secara bisnis to bisnis (B to B) pada masa yang akan datang.
Khususnya di bidang energi baru dan terbarukan, agroindustri dan pertanian.
Dato Guntur, yang telah berpengalaman membangun dan mengembangkan solar cell di Malaysia dan menjadi mitra TNB (PLN-nya Malaysia), menyatakan ketertarikannya.
Saat ini, Dato Guntur memiliki tiga pembangkit solar cell yang besar, masing-masing 100 MW atau total 300 MW.
Kepada media ini, via WhatsApp (WA), Minggu (25/1/2026), Irianto menyebut, Dato Guntur sangat berminat berinvestasi di Kalimantan.
Peluang-peluang itu, kata dia, dapat ditindaklanjuti oleh pengusaha Banjar di Malaysia secara bisnis to bisnis (B to B) pada masa yang akan datang.
Khususnya di bidang energi baru dan terbarukan, agroindustri dan pertanian.
Dato Guntur, yang telah berpengalaman membangun dan mengembangkan solar cell di Malaysia dan menjadi mitra TNB (PLN-nya Malaysia), menyatakan ketertarikannya.
Saat ini, Dato Guntur memiliki tiga pembangkit solar cell yang besar, masing-masing 100 MW atau total 300 MW.
Kepada media ini, via WhatsApp (WA), Minggu (25/1/2026), Irianto menyebut, Dato Guntur sangat berminat berinvestasi di Kalimantan.
Sebab itu, perlu dibantu untuk fasilitasi perizinan dan ketersediaan lahan.
Minimal 100 hektare dalam satu hamparan, terutama di Kalimantan (Kaltim dan Kalsel).
Dalam 100 hektare dapat menghasilkan 100 MW listrik. Itu angka yang sudah cukup besar.
Dia menambahkan, Pemprov Kaltim dan DPRD Kaltim ada baiknya meninjau pembangkit listrik solar cell yang dimiliki oleh salah satu tokoh Pertubuhan Banjar Malaysia (PBM) itu.
Solar cell yang dimilikinya telah lama beroperasi dengan kapasitas 300 MW, di atas lahan 300 hektare (dibagi tiga, masing-masing 100 hektare).
Listrik dari pembangkit milik Dato Guntur itu selama ini ditampung dan disalurkan oleh Tenaga Nasional Berhad (TNB), PLN-nya Malaysia.
“Keuntungannya, masyarakat memperoleh listrik dari energi yang bersih dan lebih murah, suplainya lebih terjamin,” ujar Irianto. (*)
Editor : Faroq Zamzami