Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Baru Difungsikan Hitungan Jam, Portal Jembatan Mahulu Hancur Ditabrak Truk

Redaksi Prokal • 2026-01-30 09:48:54
Portal jembatan Mahulu hancur ditabrak truk.
Portal jembatan Mahulu hancur ditabrak truk.

Baru Seumur Jagung, Portal Jembatan Mahulu Roboh Diterjang Truk
SAMARINDA – Nasib nahas menimpa portal pembatas tinggi kendaraan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) sisi Loa Janan. Meski baru saja dioperasikan pada Kamis (29/1/2026) pukul 12.00 WITA, pembatas besi tersebut ringsek dihantam truk hanya dalam hitungan jam, tepatnya sekitar pukul 19.30 WITA di hari yang sama.

Pemasangan portal setinggi 2,45 meter ini merupakan langkah darurat dari Dinas PUPR-Pera Kalimantan Timur untuk membatasi kendaraan berat. Langkah tersebut diambil guna melindungi struktur jembatan yang saat ini tengah menunggu pemeriksaan teknis lebih lanjut.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR-Pera Kaltim, Muhammad Muhran, menjelaskan bahwa sosialisasi mengenai penutupan dan pemasangan portal sebenarnya sudah dilakukan secara luas melalui kepolisian, Satpol PP, hingga media massa. Namun, ia menyadari masih ada pengemudi yang mungkin terlewat informasi atau belum mengetahui kondisi terbaru di lapangan.

Kejadian ini berlangsung saat situasi di lokasi sedang tidak terpantau oleh petugas yang berjaga dari pagi hingga siang hari. Selain itu, belum adanya fasilitas CCTV di titik tersebut membuat detail kronologi tabrakan sulit dipastikan secara visual. Muhran menekankan bahwa portal tersebut sebenarnya memiliki material yang cukup kuat, namun bagian dudukannya memang belum dibaut atau dilas permanen sehingga rawan bergeser saat terjadi benturan keras.

Terkait langkah selanjutnya, pihak dinas akan segera melakukan perbaikan dan memasang kembali portal tersebut dengan evaluasi pada bagian fondasi agar lebih kokoh. Muhran menegaskan bahwa tindakan pemortalan ini murni dilakukan demi faktor keselamatan publik dan menjaga aset daerah agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.

Mengenai keluhan para sopir truk yang keberatan dengan pengalihan arus ke Jembatan Mahakam IV karena keterbatasan jam operasional, pihak PUPR menyerahkan sepenuhnya urusan rekayasa lalu lintas kepada Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian selaku otoritas yang berwenang di jalan raya.(*)

Editor : Indra Zakaria