Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kaltim Raup Pendapatan dari Perdagangan Karbon: Potensi Mangrove dan Gambut Jadi Incaran Dunia

Indra Zakaria • 2026-01-30 15:50:00
Hutan mangrove di Hendrawisata Pesona Mangrove Balikpapan.
Hutan mangrove di Hendrawisata Pesona Mangrove Balikpapan.

 

SAMARINDA – Provinsi Kalimantan Timur mulai membuktikan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan ekonomi daerah. Melalui skema pengembangan ekonomi hijau, Kaltim tercatat berhasil membukukan penjualan carbon trading atau perdagangan karbon senilai Rp 9 juta pada tahun 2025. Tidak hanya itu, Kaltim diproyeksikan masih menyimpan sisa potensi karbon senilai Rp 4,1 juta yang siap dilepas ke pasar global dalam waktu dekat.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bukti konkret bahwa ekonomi hijau bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan sudah memberikan kontribusi nyata bagi kas daerah. Menurutnya, perdagangan karbon merupakan pintu masuk menuju ekosistem ekonomi yang lebih luas, di mana aset ekologis seperti hutan mangrove dan lahan gambut menjadi komoditas bernilai tinggi di mata dunia.

Potensi ekonomi dari hutan mangrove di Kaltim dinilai sangat menjanjikan. Setiap satu hektare ekosistem mangrove diperkirakan mampu menghasilkan pendapatan sekitar Rp 1 juta per tahun hanya dari nilai karbon yang diserapnya. Dengan luas kawasan mangrove yang signifikan di sepanjang pesisir Bumi Etam, sektor ini berpotensi menjadi penopang baru pendapatan asli daerah (PAD) yang berkelanjutan tanpa harus merusak alam.

Selain mangrove, kekayaan lahan gambut di Kalimantan juga menjadi daya tarik utama dalam industri energi hijau. Rudy menyebutkan bahwa lahan gambut dunia hanya terkonsentrasi di lima kawasan utama, dan sebagian besarnya berada di Pulau Kalimantan. Setiap hektare lahan gambut mampu menyimpan hingga 500 kilogram karbon, yang jika dikonversi ke nilai pasar global, akan menghasilkan angka yang sangat besar. (*)

Editor : Indra Zakaria