Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Pakai Drama Cedera, Alcaraz ke Final Australian Open Jumpa Djokovic

Redaksi Prokal • 2026-01-31 11:36:25
Carlos Alcaraz
Carlos Alcaraz

MELBOURNE – Carlos Alcaraz berhasil melaju ke final Australian Open pertamanya melalui drama luar biasa pada Jumat. Petenis nomor satu dunia itu mengatasi kendala fisik dan bangkit dari ambang kekalahan untuk mengamankan kemenangan dalam laga semifinal maraton melawan Alexander Zverev. Di final ia akan berhadapan dengan Novak Djokovic yang mengalahkan Jannik Sinner.

Alcaraz menundukkan Zverev yang merupakan peringkat tiga dunia dengan skor akhir 6-4, 7-6(5), 6-7(3), 6-7(4), 7-5. Pertandingan yang menguras emosi ini berlangsung selama lima jam 27 menit di Rod Laver Arena, menjadikannya semifinal terpanjang dalam sejarah Australian Open.

"Saya selalu mengatakan harus percaya pada diri sendiri, tidak peduli apakah sedang berjuang atau apa pun yang telah Anda lalui," ujar Alcaraz saat diwawancarai usai laga, dikutip dari ATP.

Petenis berusia 22 tahun itu mengakui bahwa secara fisik, ini adalah salah satu pertandingan terberat yang pernah ia jalani. "Saya kesulitan di tengah set ketiga. Saya harus mencurahkan hati saya ke dalam pertandingan. Saya berjuang sampai bola terakhir dan sangat bangga bisa bangkit di set kelima," tambahnya.

Drama memuncak ketika Alcaraz tampak mengalami masalah pada paha kanan atasnya sejak akhir set ketiga. Ia sempat menerima dua kali perawatan dari fisioterapis. Masalah fisik ini sempat membuat Zverev mengambil alih kendali permainan hingga unggul 5-4 di set penentu.

Namun, Alcaraz menunjukkan kelasnya dengan memenangi empat gim berturut-turut untuk membalikkan keadaan. Menurut statistik ATP, Alcaraz tampil sangat agresif dengan memenangi 78 persen poin (35/45) saat berada di depan net. Kemenangan ini memperbaiki catatan rekor set kelimanya menjadi 15-1.

Kemenangan ini membawa Alcaraz selangkah lagi menjadi petenis putra termuda yang mampu menyelesaikan Career Grand Slam (memenangi gelar di keempat turnamen mayor). Di partai puncak yang akan digelar Minggu (1/2).

"Sangat senang bisa bermain di final pertama saya di Melbourne. Ini sesuatu yang sangat saya kejar dan inginkan," kata Alcaraz. Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para penggemar di tribun yang terus mendorongnya untuk bangkit saat berada dalam posisi tertinggal.

Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Alexander Zverev. Meski sempat memberikan perlawanan luar biasa, petenis asal Jerman tersebut masih harus menunggu lebih lama untuk bisa meraih gelar Grand Slam pertamanya.(*)

Editor : Indra Zakaria