Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sawah Baru Sulit Dicetak, Kaltim Bidik Lahan Pascatambang dan Padi Gogo sebagai Penyelamat Pangan

Redaksi Prokal • 2026-02-02 08:45:00
Selain gencar mencetak sawah, pemanfaatan lahan untuk padi gogo dan pasca tambang juga dilakukan.
Selain gencar mencetak sawah, pemanfaatan lahan untuk padi gogo dan pasca tambang juga dilakukan.

 

SAMARINDA – Menghadapi tantangan keterbatasan lahan yang memenuhi kriteria cetak sawah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kini mulai melirik berbagai alternatif inovatif untuk mendongkrak produksi padi daerah. Strategi ini diambil guna menyiasati ketatnya regulasi lahan yang melarang adanya tumpang tindih dengan kawasan perizinan lain, sekaligus mengoptimalkan potensi geografis Bumi Etam yang unik.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, mengungkapkan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah memanfaatkan lahan-lahan yang selama ini belum tergarap maksimal untuk tanaman pangan. Salah satu langkah konkretnya adalah pemanfaatan lahan pascatambang serta integrasi padi gogo di area perkebunan sawit.

Padi gogo menjadi primadona dalam strategi ini karena karakteristiknya yang adaptif terhadap lahan kering. Berbeda dengan sawah konvensional, padi gogo tidak memerlukan genangan air permanen, sehingga sangat cocok untuk wilayah Kaltim yang belum terjangkau jaringan irigasi memadai. Selain itu, pengembangan padi gunung juga terus digalakkan di wilayah berbukit untuk memperluas basis produksi pangan meski produktivitasnya berbeda dengan padi sawah pada umumnya.

Pemanfaatan lahan bekas tambang juga menjadi perhatian serius. Fahmi menjelaskan bahwa melalui pengelolaan dan perbaikan kesuburan tanah secara bertahap, lahan pascatambang memiliki potensi besar untuk mendukung budidaya tanaman pangan. Langkah ini diharapkan mampu mengubah lahan kritis menjadi produktif kembali tanpa melanggar aturan tata ruang yang ada.

Strategi kombinasi antara cetak sawah baru dan optimalisasi lahan alternatif ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi ketahanan pangan Kalimantan Timur. Dengan membuka ruang-ruang baru bagi produksi padi, Kaltim berambisi untuk terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung swasembada pangan nasional di tengah tantangan alih fungsi lahan yang kian masif. (adv/diskominfo/i)

Editor : Indra Zakaria