Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

877 Penjaga Rumah Ibadah di Kaltim Berangkat Religi Lewat Program Gratispol

Indra Zakaria • 2026-02-02 09:48:25

 

ilustrasi
ilustrasi

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi merealisasikan komitmennya dalam memberikan penghargaan atas pengabdian para penjaga rumah ibadah lintas agama melalui Program Gratispol Perjalanan Religi. Pada tahap pertama pelaksanaan tahun 2025, sebanyak 877 orang penjaga rumah ibadah telah diberangkatkan ke berbagai destinasi suci di dunia. Angka ini hampir memenuhi target awal yang ditetapkan sebanyak 880 orang, menunjukkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Juru Bicara Pemprov Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menyasar total 5.140 penjaga rumah ibadah dari seluruh agama yang ada di Kalimantan Timur. Mengingat jumlah penerima yang cukup besar, pemerintah provinsi menerapkan skema pemberangkatan secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun yang dimulai sejak tahun 2025. Langkah ini diambil guna memastikan manajemen keberangkatan dan ketersediaan anggaran daerah berjalan secara proporsional dan berkelanjutan.

Rincian penerima manfaat pada tahap awal ini menunjukkan keberagaman yang luas. Peserta beragama Islam tercatat sebagai kelompok terbanyak dengan 689 orang, diikuti oleh pemeluk Kristen sebanyak 113 orang, Katolik 45 orang, Hindu 19 orang, Buddha 8 orang, dan Konghucu 3 orang. Terdapat catatan mengenai tiga orang peserta yang batal berangkat karena kendala kesehatan serta faktor meninggal dunia. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus memantau kondisi fisik para calon peserta di kloter berikutnya.

Destinasi perjalanan religi ini disesuaikan dengan nilai-nilai luhur masing-masing keyakinan. Penjaga masjid diberangkatkan untuk melaksanakan ibadah umrah ke Tanah Suci Makkah di Arab Saudi. Sementara itu, pemeluk agama Kristen dan Katolik melakukan perjalanan ke Yerusalem dan Vatikan. Bagi pemeluk Hindu dan Buddha, perjalanan diarahkan menuju India, sedangkan penganut Konghucu diberangkatkan ke Tibet. Pembagian destinasi ini merupakan bentuk penghormatan pemerintah terhadap hak spiritual setiap warga negara.

Menatap masa depan, Pemprov Kaltim telah menyusun peta jalan keberangkatan yang terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2026, ditargetkan sebanyak 960 orang akan diberangkatkan, diikuti 1.000 orang pada 2027, 1.100 orang pada 2028, dan ditutup dengan kloter terakhir sebanyak 1.200 orang pada 2029. Program Gratispol Perjalanan Religi ini tidak hanya sekadar apresiasi atas dedikasi para penjaga rumah ibadah, tetapi juga menjadi simbol kuat komitmen Benua Etam dalam merawat harmoni, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama. (adv/diskominfo/i)

Editor : Indra Zakaria