Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Arus Mudik Libur Akhir Tahun Meledak 51 Persen, Tapi "Napas" Angkutan Barang di Kaltim Malah Mengempis

Muhamad Yamin • 2026-02-04 13:50:00
Aktivitas di Pelabuhan Samarinda.
Aktivitas di Pelabuhan Samarinda.

SAMARINDA – Mobilitas masyarakat Kalimantan Timur melalui jalur laut mencatatkan lonjakan drastis pada penghujung tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim merilis data terbaru yang menunjukkan jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri yang berangkat pada Desember 2025 mencapai 55.373 orang. Angka ini meroket hingga 51,20 persen jika dibandingkan dengan bulan November sebelumnya, sebuah kenaikan signifikan yang dipicu oleh tingginya antusiasme perjalanan selama periode libur Natal dan Tahun Baru.

Secara kumulatif sepanjang Januari hingga Desember 2025, sektor angkutan penumpang laut memang menunjukkan tren yang menggembirakan. Total warga yang menggunakan jasa transportasi ini menyentuh angka 600.761 orang, tumbuh sebesar 21,21 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. Peningkatan ini menjadi sinyal positif pulihnya konektivitas antar-pulau dan aktivitas masyarakat pasca-berbagai tantangan transportasi di tahun-tahun sebelumnya.

Namun, pemandangan berbeda justru terlihat pada kinerja angkutan barang (logistik). Di saat penumpang membeludak, volume barang yang diangkut pada Desember 2025 justru mengalami "penyusutan" secara bulanan. BPS mencatat jumlah barang yang dikapalkan hanya sebesar 9.376,05 ribu ton, atau turun sekitar 6,23 persen dibandingkan capaian November 2025. Penurunan bulanan ini menjadi catatan bagi para pelaku usaha logistik di tengah fluktuasi permintaan komoditas di akhir tahun.

Meski sempat melesu di bulan Desember, performa logistik Kaltim sepanjang tahun 2025 secara keseluruhan masih berada di zona hijau. Total volume barang yang diangkut selama satu tahun penuh mencapai 106.508,07 ribu ton, tetap mengalami kenaikan tipis sebesar 1,61 persen dibandingkan total volume sepanjang tahun 2024. Ketimpangan antara lonjakan penumpang dan koreksi angkutan barang di akhir tahun ini menunjukkan bahwa meskipun sektor wisata dan perjalanan sedang "panas", aktivitas pengiriman komoditas utama daerah masih menghadapi tantangan stabilitas di jalur laut. (*)

Editor : Indra Zakaria