Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kursi Ketua KONI Kaltim Memanas: Syahariah, Alwy, dan Sapto Disebut-Sebut Bersaing

Redaksi Prokal • 2026-02-13 10:52:14
Dari kiri, Alwi Alqodri, Syahariah dan Sapto.
Dari kiri, Alwi Alqodri, Syahariah dan Sapto.

SAMARINDA – Arena olahraga di Benua Etam kini tengah memanas, namun bukan karena kompetisi di lapangan, melainkan persaingan menuju kursi panas Ketua Umum KONI Kalimantan Timur periode 2026-2030. Peta persaingan berubah total setelah petahana, Rusdiansyah Aras, secara mengejutkan menyatakan tidak akan mencalonkan diri kembali. Keputusan "turun minum" ini disebut sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas luputnya target lima besar pada gelaran PON XXI Aceh-Sumut lalu.

Mundurnya sang petahana seketika membuka jalan bagi sejumlah figur kuat untuk mulai melakukan manuver politik olahraga. Saat ini, radar pengamat menangkap kemunculan tiga poros utama yang diprediksi akan bertarung sengit. Poros pertama diwakili oleh Syahariah Mas’ud, anggota Komisi IV DPRD Kaltim sekaligus politisi Golkar yang dikenal memiliki jaringan luas di tingkat provinsi.

Poros kedua datang dari Balikpapan dan PPU yang mengusung nama Alwy S. Al Qadrie. Figur yang dikenal vokal ini kabarnya membawa misi reformasi total terhadap sistem pembinaan atlet di Kalimantan Timur. Sementara itu, sosok Sapto muncul sebagai kuda hitam. Politisi muda yang juga menjabat Ketua Pengprov Kurash Kaltim ini dinilai merepresentasikan keinginan arus bawah untuk melakukan regenerasi kepemimpinan di tubuh KONI.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa tim sukses dari para kandidat, khususnya kubu Syahariah dan Alwy, sudah mulai bergerilya ke daerah-daerah. Pola komunikasi yang dibangun kini telah memasuki tahap penggalangan komitmen dukungan tertulis dari pengurus provinsi cabang olahraga serta KONI kabupaten/kota. Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) mendatang dipastikan akan menjadi ajang pembuktian visi bagi ketiga tokoh tersebut.

Tantangan besar sudah menanti siapa pun yang terpilih nantinya. Ketua Umum KONI Kaltim yang baru tidak hanya harus memulihkan mental atlet pasca-PON sebelumnya, tetapi juga wajib menyusun strategi jitu untuk kualifikasi PON berikutnya. Tata kelola anggaran yang transparan dan efektif menjadi tuntutan utama dari para pemilik suara agar kejayaan prestasi olahraga Kalimantan Timur dapat kembali ke kancah nasional.(*)

Editor : Indra Zakaria