PROKAL.CO – Di kegelapan abadi zona perairan dalam Mediterania dan Atlantik Timur, hidup salah satu makhluk paling aneh yang pernah dihasilkan oleh evolusi. Bukan hiu berbentuk torpedo yang ramping seperti yang kita bayangkan, melainkan seekor predator laut dengan tubuh berbentuk segitiga pipih dan kulit yang kasar layaknya amplas baja.
Inilah Angular Roughshark (Oxynotus centrina), spesies hiu purba yang penampilannya lebih mirip makhluk mitologi atau eksperimen alam yang ganjil daripada seekor pemangsa laut modern.
Baju Zirah dari "Gigi Kulit"
Sesuai namanya, keunikan utama hiu ini terletak pada tekstur kulitnya yang ekstrem. Tubuhnya ditutupi oleh dermal denticles—sisik kecil berbentuk menyerupai gigi—yang sangat padat dan tajam. Tekstur ini memberikan perlindungan maksimal sekaligus mengurangi hambatan air saat ia meluncur di kedalaman.
Jika Anda menyentuhnya, kulitnya tidak akan terasa licin seperti ikan pada umumnya, melainkan kasar dan keras, berfungsi sebagai baju zirah alami di lingkungan laut dalam yang keras.
Angular Roughshark bukanlah pengejar yang cepat. Hidup di kedalaman 200 hingga 800 meter di bawah permukaan laut, hiu ini adalah penghuni dasar laut yang tenang. Dengan panjang tubuh rata-rata sekitar 1,2 meter, ia menghabiskan waktunya berenang perlahan di atas lumpur atau pasir, berburu ikan kecil, krustasea, dan organisme dasar laut lainnya.
Karena habitatnya yang sangat dalam, pertemuan manusia dengan spesies ini sangatlah langka. Hal ini menjadikannya salah satu hiu yang paling sedikit dipelajari di dunia, menambah aura misteri pada sosoknya yang unik.
Desain Purba yang Bertahan Jutaan Tahun
Meskipun bentuk tubuhnya terlihat aneh bagi mata manusia, desain "segitiga" ini sebenarnya adalah strategi bertahan hidup yang sangat sukses. Angular Roughshark berasal dari keluarga hiu purba yang telah ada selama puluhan juta tahun. Bentuk tubuh ini telah terbukti efektif jauh sebelum ekosistem laut modern terbentuk, menjadikannya sebuah "fosil hidup" yang berhasil melewati berbagai zaman.
Sayangnya, keunikan ini tidak membuat mereka kebal terhadap ancaman manusia. Meski tidak memiliki nilai komersial yang tinggi dan tidak berbahaya bagi manusia, Angular Roughshark kini berstatus rentan (vulnerable).
Ancaman terbesar mereka bukanlah perburuan langsung, melainkan tangkapan sampingan (bycatch) dari praktik perikanan pukat harimau laut dalam. Karena siklus reproduksi mereka yang sangat lambat, populasi hiu ini sulit pulih jika jumlahnya terus menyusut akibat ketidaksengajaan manusia. (*)
Editor : Indra Zakaria