PROKAL.CO, SAMARINDA – Satu tahun memimpin Provinsi Kalimantan Timur, Gubernur Rudy Mas’ud menyoroti sejumlah capaian penting yang menjadi fondasi pembangunan daerah, mulai dari penyelesaian proyek infrastruktur strategis hingga komitmen kuat terhadap pendidikan gratis.
Saat diwawancarai wartawan, Rudy menegaskan bahwa keberhasilan kepemimpinannya bukan untuk dinilai sendiri, melainkan menjadi penilaian publik. Namun demikian, ia memaparkan beberapa langkah konkret yang telah dan sedang dijalankan pemerintah provinsi.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah rencana peresmian Jembatan Nibung di Kaubun Kutai Timur, proyek infrastruktur yang disebutnya sempat tertunda selama empat periode kepemimpinan sebelumnya. Rudy menyebut, jembatan hubungkan Kaubun ke Sangkulirang akan diresmikan lebih cepat dari jadwal awal.
“Insyaallah besok kita laksanakan peresmian Jembatan Nibung. Ini jembatan yang selama empat masa gubernur belum bisa diselesaikan, alhamdulillah sekarang bisa kita tuntaskan,” kata Rudy usai hadiri Rapat Paripurna ke-3 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Senin 23 Februari 2026.
Selain jembatan, percepatan pembangunan jalan juga menjadi catatan penting. Pada 2024, pembangunan jalan baru di Kaltim hanya mencapai sekitar 4 kilometer. Namun pada 2025, meski Rudy baru efektif memimpin sejak Maret, pembangunan jalan melonjak hingga hampir 25 kilometer.
“Ini adalah jalan baru yang benar-benar kita bangun dan menjadi akses penting bagi masyarakat,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, Pemprov Kaltim tetap menjalankan program pendidikan gratis penuh, meski anggaran daerah mengalami penurunan signifikan. Anggaran APBD Kaltim yang sebelumnya mencapai sekitar Rp21,6 triliun kini berada di angka Rp14,25 triliun.
Meski demikian, Rudy menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah provinsi telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,37 triliun untuk mendukung hampir 159 ribu mahasiswa Kalimantan Timur, mulai dari jenjang S1 hingga S3.
“Pendidikan adalah satu-satunya cara untuk memutus rantai kemiskinan dan kebodohan,” tegasnya.
Tak hanya pendidikan tinggi, pembangunan gedung sekolah juga menjadi perhatian. Tahun ini, Pemprov Kaltim menargetkan pembangunan tiga hingga empat gedung sekolah baru, terutama di wilayah Balikpapan yang masih mengalami kekurangan fasilitas pendidikan hingga hampir 48 persen. Pembangunan juga direncanakan di wilayah Berau.
Sementara itu, untuk wilayah tertinggal seperti 4 Desa Deraya, Tanjung Soke, Gerunggung, dan Lemper di Kecamatan Bongan Kabupaten Kutai Barat, Rudy mengakui masih minimnya akses infrastruktur dasar. Pemerintah provinsi berencana membangun akses jalan dari Bongan menuju Kilometer 88, serta melanjutkan konektivitas ke arah Sotek hingga Ibu Kota Nusantara, dengan menyesuaikan kesiapan anggaran dan pembahasan bersama DPRD.
“Intinya, infrastruktur adalah modal dasar pembangunan. Tapi yang paling penting di atas segalanya adalah sumber daya manusia,” pungkas Rudy.
Dengan fokus pada infrastruktur dan peningkatan kualitas SDM, Pemprov Kaltim berharap pondasi pembangunan daerah semakin kuat dan merata di seluruh wilayah. (*)
Editor : Indra Zakaria