BALIKPAPAN- Antisipasi lonjakan penumpang menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah mulai disiapkan secara matang oleh manajemen PT Angkasa Pura Indonesia di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Langkah strategis utama yang diambil adalah pembentukan posko terpadu angkutan Lebaran guna memastikan seluruh operasional tetap berjalan lancar dan aman selama periode arus mudik serta balik tahun 2026.
General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Winaya Mahdar, menegaskan bahwa seluruh persiapan teknis telah rampung dan pusat koordinasi tersebut telah berdiri di area bandara untuk difungsikan bersama berbagai instansi terkait.
Posko ini nantinya akan menjadi titik temu lintas sektoral yang melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan, hingga BMKG demi memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Meskipun posko fisik telah tersedia, peresmian operasionalnya masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Perhubungan yang biasanya dilakukan secara serentak di tingkat nasional. Koordinasi ketat ini menjadi sangat krusial mengingat trafik penumpang pada periode Lebaran tahun ini diproyeksikan akan mengalami kenaikan sebesar 2 hingga 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara akumulatif, total pergerakan penumpang selama masa angkutan Lebaran diperkirakan akan mendekati angka 330 ribu orang, yang mencakup arus keberangkatan maupun kedatangan. Namun, Iwan Winaya Mahdar mengakui bahwa angka proyeksi ini masih sangat dipengaruhi oleh kesiapan armada maskapai di lapangan. Mengingat saat ini terdapat sejumlah pesawat yang masih menjalani masa perawatan rutin, kapasitas penerbangan pun menjadi perhatian utama pihak bandara. Manajemen bandara terus menjalin komunikasi dengan maskapai untuk memprioritaskan rute-rute dengan permintaan tinggi dan mengantisipasi kemungkinan diperlukannya penerbangan tambahan.
Gambaran kepadatan di Bandara SAMS Sepinggan terlihat dari aktivitas harian yang saat ini rata-rata melayani 120 hingga 130 pergerakan pesawat setiap harinya. Jumlah penumpang pada hari kerja normal biasanya berkisar di angka 10.000 hingga 11.000 orang, namun angka ini bisa melonjak hingga 14.000 orang pada akhir pekan. Bahkan, saat memasuki periode libur panjang atau puncak arus mudik, jumlah tersebut berpotensi menembus 17.000 penumpang dalam satu hari. Melalui kesiagaan posko terpadu ini, manajemen berharap standar keamanan dan kenyamanan tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pemudik yang melintasi gerbang udara Kalimantan Timur tersebut. (*)
Editor : Indra Zakaria