Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Paus Orca Melintas di Perairan Maratua, Jangan Dekat-Dekat! Aturan Ketat Pengamatan Resmi Diterbitkan

Redaksi Prokal • 2026-02-25 17:03:05

Ilustrasi. Kemunculan Orca di perairan Maratua menjadi indikator kestabilan ekosistem laut tersebut, juga sebagai sinyal positif bagi pariwisata.
Ilustrasi. Kemunculan Orca di perairan Maratua menjadi indikator kestabilan ekosistem laut tersebut, juga sebagai sinyal positif bagi pariwisata.

 

PROKAL.CO- Perairan Pulau Maratua mendadak jadi perbincangan hangat setelah kawanan paus Orca (Orcinus orca) atau paus pembunuh terlihat melintasi kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Fenomena langka ini tidak hanya memukau mata, tetapi juga menjadi bukti otentik bahwa kualitas lingkungan laut di Kabupaten Berau masih berada dalam kondisi prima.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Samsiah Nawir, mengungkapkan bahwa kehadiran mamalia laut ini adalah indikator penting bagi kesehatan rantai makanan di bawah air. Karakteristik laut dalam Maratua yang produktif dinilai menjadi alasan utama mengapa pemangsa puncak ini memilih melintas di sana.

"Orca menjadikan perairan laut Pulau Maratua sebagai lintasannya. Ini menandakan ekosistem laut kita masih terjaga, dengan ketersediaan sumber pakan alami yang berlimpah," ujar Samsiah menjelaskan fenomena tersebut.

Meskipun kehadiran Killer Whale ini menjadi magnet baru bagi daya tarik wisata minat khusus, pemerintah daerah mengingatkan agar kekaguman publik tidak berubah menjadi tindakan yang membahayakan satwa maupun manusia. Ada aturan main yang ketat dalam melakukan pengamatan agar perilaku alami sang predator tidak terganggu.

"Kami mengimbau masyarakat dan pelaku wisata untuk menjaga keselamatan bersama serta kelestarian satwa. Jangan mendekati atau mengejar kelompok Orca menggunakan speedboat," tegas Samsiah.

Beberapa panduan keselamatan telah diterbitkan, termasuk kewajiban menjaga jarak aman minimal 100 hingga 200 meter. Wisatawan juga dilarang keras melakukan aktivitas berenang, snorkeling, atau menyelam untuk mendekati Orca, apalagi mencoba memberi makan mereka.

Samsiah berharap kemunculan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen konservasi di Berau. Dengan pengelolaan yang berbasis keberlanjutan, Maratua diharapkan tetap menjadi rumah yang nyaman bagi biota laut unik sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat lokal.

"Kami berharap seluruh aktivitas wisata tetap berjalan dengan prinsip keberlanjutan, sehingga kelestarian alam tetap terjaga dan manfaat ekonomi bagi masyarakat juga dapat dirasakan," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria