Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Balikpapan Jadi Pusat Penguatan Standar Program Makan Bergizi Gratis Regional Kalimantan

Wawan • 2026-02-26 22:00:55

Photo
Photo

PROKAL.co, BALIKPAPAN- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki tahap penguatan kapasitas regional. Training of Trainers (ToT) Regional Kalimantan resmi digelar di Swiss-Belhotel Balikpapan pada 25–28 Februari 2026, sebagai bagian dari implementasi program strategis nasional dalam RPJMN 2025–2029.

Pelatihan ini difokuskan pada standarisasi gizi, keamanan pangan, dan sistem edukasi terstruktur bagi satuan pendidikan serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tujuannya, memastikan pelaksanaan MBG berjalan seragam, terukur, dan berkelanjutan di seluruh wilayah Kalimantan.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Bappenas, Badan Gizi Nasional, IPB University, dan UNICEF melalui platform Centre of Excellence Pemenuhan Pangan dan Gizi (CoE-PPG).

Sebanyak 42 peserta mengikuti ToT yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi, BPOM, Kanwil Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, BPMP, Badan Gizi Nasional regional, hingga unsur Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI). Mereka diproyeksikan menjadi fasilitator utama yang akan melatih tenaga pendidik dan penjamah makanan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Gizi Nasional, Brigjen TNI (Purn) Suardi Samiran, mengatakan pelatihan ini dirancang agar transfer pengetahuan tidak berhenti di ruang pelatihan. “Fasilitator harus mampu memastikan standar gizi dan keamanan pangan diterapkan secara efektif di sekolah dan dapur SPPG. Kalimantan sebagai wilayah strategis, termasuk penyangga Ibu Kota Nusantara, membutuhkan harmonisasi standar agar implementasi program berjalan akuntabel,” ujarnya.

Regional Kalimantan menjadi lokasi keenam dari tujuh regional yang direncanakan secara nasional. Sebelumnya, pelatihan serupa telah digelar di lima wilayah lain, sementara regional Sumatra dijadwalkan berlangsung di Medan.

Gubernur Kalimantan Timur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Mualimin, menegaskan MBG bukan sekadar program distribusi makanan. Menurutnya, program ini merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

Ia menekankan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan: kandungan gizi yang memadai dan higienitas yang ketat. Tanpa pengawasan keamanan pangan, program berisiko menimbulkan persoalan kesehatan. Sebaliknya, makanan aman namun tidak memenuhi standar gizi juga tidak optimal dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Tiga fokus utama pelaksanaan MBG di Kalimantan Timur, lanjutnya, meliputi keamanan pangan, kecukupan gizi, serta keberlanjutan program setidaknya hingga 2030 dan sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Chief of Nutrition UNICEF Indonesia, Mamadou Ndiaye, menyebut MBG sebagai momentum transformatif bagi anak-anak Indonesia. Ia menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia sebagai pelaksana di lapangan. “Para peserta ToT adalah pengganda dampak. Pengetahuan yang diperoleh di sini akan diteruskan ke sekolah dan komunitas. Program ini bukan hanya soal menyediakan makanan, tetapi juga meningkatkan konsentrasi belajar, mencegah malnutrisi, dan membangun kebiasaan makan sehat,” ujarnya.

Dalam pelatihan ini, peserta dibekali tiga modul utama, yakni standar gizi dan keamanan pangan siap saji bagi penjamah di SPPG, pedoman implementasi MBG di satuan pendidikan, serta modul edukasi gizi bagi peserta didik.

Pemerintah menargetkan implementasi MBG di Kalimantan dapat berjalan seragam di lima provinsi, yakni  Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara.

Editor : Wawan
#Mbg