BALIKPAPAN – Kasus dugaan kekerasan berat yang menimpa seorang perempuan muda berinisial KH di Kota Balikpapan akhirnya memasuki babak baru setelah aparat kepolisian resmi menahan dua orang tersangka. Kedua pelaku yang kini mendekam di sel tahanan merupakan orang tua angkat sekaligus pengasuh yang selama ini dipercaya untuk merawat korban sejak masa kecilnya.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy, memastikan bahwa penyidik telah menetapkan status tersangka setelah melalui serangkaian proses hukum yang panjang. “Perkara sudah naik ke tahap penetapan tersangka dan dilakukan penahanan, untuk detailnya akan kami sampaikan dalam rilis resmi,” ujar Jerrold saat memberikan konfirmasi pada Rabu malam.
Tragedi memilukan ini pertama kali terungkap saat warga di kawasan Bukit Niaga menemukan KH berjalan sempoyongan dalam kondisi tubuh dipenuhi luka bakar dan memar yang mengerikan. Korban diketahui berhasil melarikan diri dari rumah sesaat setelah mengalami penyiraman air panas yang dilakukan oleh pelaku saat waktu Magrib.
Berdasarkan penuturan kakak kandung korban, Salman, tindakan keji tersebut diduga bukan merupakan kejadian pertama, melainkan akumulasi kekerasan fisik yang dialami adiknya sejak berusia 11 tahun. “Menurut pengakuan korban, ia dipaksa mengerjakan pekerjaan rumah tangga berat setiap hari, dan jika dianggap lambat, ia kerap mendapat pukulan, tendangan, hingga injakan di bagian tubuh tertentu,” ungkap Salman dengan nada prihatin.
Tekanan fisik dan mental yang luar biasa tersebut bahkan membuat KH tidak dapat melanjutkan pendidikannya setelah lulus SMP karena dilarang oleh para tersangka. Ironisnya, korban awalnya dititipkan kepada pasangan tersebut dengan harapan mendapatkan perawatan khusus karena memiliki riwayat penyakit, namun perlakuan yang diterima justru berubah menjadi penyiksaan setelah kesehatannya membaik.
Setelah dievakuasi oleh warga dan aparat, KH sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Balikpapan guna penanganan medis lebih lanjut. Salman mengaku baru mengetahui kondisi tragis adiknya dua hari setelah kejadian dan langsung bergegas memastikan keadaan korban yang mengalami trauma mendalam.
Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terhadap motif kedua tersangka yang melakukan kekerasan secara bergantian tersebut. Sementara itu, fokus utama keluarga dan tim medis adalah memulihkan luka fisik serta trauma psikis yang dialami korban akibat penganiayaan bertahun-tahun di bawah atap orang tua angkatnya sendiri. (*)
Editor : Indra Zakaria