SAMARINDA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Timur mengajak seluruh umat Muslim di Benua Etam untuk segera menunaikan zakat guna mempercepat proses pendistribusian kepada para mustahik. Melalui pembayaran di lembaga resmi, zakat yang terkumpul akan menjadi motor penggerak ekonomi umat serta mendukung berbagai program kemanusiaan di seluruh wilayah Kalimantan Timur.
Wakil Ketua II BAZNAS Kaltim, KH H. Abdurrahman AR, menekankan bahwa kepedulian para muzaki atau orang yang mampu secara harta sangat krusial dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. “Zakat yang diberikan melalui lembaga resmi seperti BAZNAS insya Allah akan disalurkan sepenuhnya kepada masyarakat yang berhak, khususnya para mustahik,” ujar Abdurrahman saat memberikan arahan terkait program Kaltim Berzakat 2026 pada Kamis kemarin.
Ia menjelaskan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ritual, melainkan instrumen penting dalam menjaga keseimbangan sosial kemasyarakatan. Untuk tahun 2026, besaran zakat fitrah di Kalimantan Timur telah ditetapkan dengan rincian yang bervariasi di setiap daerah, mulai dari Kabupaten Mahakam Ulu dengan angka tertinggi Rp75.000 hingga Kabupaten Berau dan Penajam Paser Utara di kisaran Rp35.000 untuk kategori terendah.
Abdurrahman mengingatkan masyarakat agar menyesuaikan nilai zakat yang dibayarkan dengan kualitas beras yang dikonsumsi sehari-hari. “Jika beras yang kita konsumsi harganya Rp70.000 per kilogram, maka zakat yang dikeluarkan juga harus menyesuaikan kualitas konsumsi tersebut, jangan sampai kita mengonsumsi beras kualitas terbaik, tetapi zakat yang kita tunaikan justru lebih rendah,” tegasnya mengingatkan.
Perbedaan nominal uang di masing-masing kabupaten dan kota di Kaltim terjadi karena adanya variasi harga beras serta perbedaan takaran antara 2,5 kilogram hingga 3 kilogram di tiap wilayah. Namun secara prinsip, zakat tersebut tetap merujuk pada ketentuan beras seberat 2,5 hingga 3 kilogram atau sekitar 3,5 liter sebagai standar utama.
Menutup keterangannya, BAZNAS Kaltim mengimbau agar umat Islam yang memiliki kemampuan harta tidak ragu untuk berbagi, terutama di momentum bulan suci Ramadan. “Kepedulian ini sangat penting, semoga kita semua terpanggil untuk berbagi dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan melalui lembaga yang terpercaya,” pungkas Abdurrahman.(*)
Editor : Indra Zakaria