Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Platform Kedua Proyek Sisi Nubi AOI PHM Resmi Onstream, Tambah 45 MMSCFD Gas  

Wawan • 2026-03-01 19:55:00

 

Photo
Photo

PROKAL.co, BALIKPAPAN- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatatkan capaian penting dengan keberhasilan onstream Platform WPS-5 pada Proyek Sisi Nubi Area of Interest (SNB AOI 1-3-5) di lepas pantai Delta Mahakam, Kalimantan Timur, pada 23 Februari 2026.

Onstream tersebut mencakup produksi perdana dua sumur baru, pengujian fasilitas produksi di dalam Platform WPS-5, serta pengoperasian jaringan pipa. Keberhasilan ini menyusul onstream Platform WPS-4 pada 4 Desember 2025. Total produksi well head gas dari kedua platform mencapai sekitar 45 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).

Proyek Sisi Nubi AOI merupakan bagian dari strategi pengembangan lapangan untuk menjaga keberlanjutan produksi serta memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pasokan gas nasional. Dua sumur baru yang mulai beroperasi adalah SS-505 pada 21 Februari 2026 dan SS-504 pada 23 Februari 2026.

Dari rencana total enam platform dalam Proyek SNB AOI 1-3-5, dua platform telah berhasil onstream. Satu platform lainnya tengah dalam tahap persiapan well intervention dan well connection, sementara dua platform lain masih dalam tahap pengeboran (drilling).

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi, menyampaikan bahwa keberhasilan onstream dua sumur di Platform WPS-5 mendukung keberlanjutan produksi migas di Wilayah Kerja Mahakam. “Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat PHM untuk menjaga keberlanjutan produksi migas perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah terkait swasembada energi,” ujar Setyo. 

Menurutnya, Proyek SNB AOI merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi dalam kegiatan eksplorasi dan eksploitasi guna menemukan sumber daya baru, menambah cadangan, serta meningkatkan produksi migas nasional, khususnya dari wilayah Kalimantan yang berperan penting dalam penyediaan energi Indonesia. “Dengan pelaksanaan proyek yang berjalan sesuai rencana, penyelesaian keseluruhan enam platform diharapkan dapat semakin meningkatkan kapasitas produksi secara optimal dan andal,” jelasnya.

Setyo menambahkan, komitmen penerapan inovasi dan teknologi sejalan dengan kebijakan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk usaha dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina. Penerapan teknologi dinilai menjadi langkah strategis untuk mempertahankan tingkat produksi sekaligus menahan laju penurunan alamiah (natural decline) lapangan-lapangan migas mature di Kalimantan.

Produksi perdana Sumur SS-505 mulai mengalir bertahap setelah tahap clean-up pada 21–22 Februari 2026 dengan capaian produksi 12 mmscfd. Proses clean-up menggunakan sand filter guna memastikan keandalan fasilitas produksi. Setelah itu dilakukan prosedur ramp down pada 23 Februari 2026 untuk memastikan respons reservoir dan mengevaluasi performa sumur pasca ramp up.

Tahapan berikutnya meliputi rig down sand filter unit dan pengembalian sistem alir (flowline re-instatement) ke konfigurasi operasi standar. Setelah seluruh tahapan dinyatakan aman, Sumur SS-505 kembali dibuka dengan target produksi lebih terkontrol pada kisaran 10–11 mmscfd.

Selanjutnya, Sumur SS-504 memasuki tahap produksi perdana dengan clean-up pada 23–24 Februari 2026. Pembukaan dilakukan secara bertahap melalui sand filter unit untuk menjaga kebersihan aliran dan integritas fasilitas produksi. Pada 24 Februari 2026, sumur tersebut resmi mencapai target produksi sebesar 11,4 mmscfd pada bukaan choke 46/64 inci.

PHM merupakan anak perusahaan PHI yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Wilayah Kerja Mahakam dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PHM bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI terus mengembangkan inovasi dan teknologi guna menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan. 

Editor : Wawan
#phm #pertamina hulu mahakam