PROKAL.CO, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan kesiapannya menjadi tuan rumah Piala AFF U-17. Hal itu ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Muhammad Faisal, usai mendampingi Gubernur Kaltim dalam pertemuan dengan jajaran PSSI.
Muhammad Faisal mengungkapkan, Gubernur Kaltim menunjukkan antusiasme tinggi agar Kaltim ditunjuk sebagai tuan rumah ajang sepak bola usia muda tersebut. Pemprov bersama tim teknis Dispora pun kembali melakukan penyisiran terhadap stadion-stadion yang akan diusulkan, khususnya untuk menginventarisasi kekurangan yang masih perlu dibenahi.
“Pak Gubernur sangat bersemangat menawarkan Kaltim sebagai tuan rumah. Kami bersama tim kembali menyisir stadion, melihat apa saja yang kurang dan mencoba menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada,” ujar Faisal, Senin 2 Maret 2026.
Menurut Faisal, hasil survei awal dari PSSI menunjukkan bahwa stadion di Balikpapan sudah dinilai siap dan tidak memiliki kendala berarti. Namun, persoalan masih ditemukan pada stadion di Samarinda, termasuk Stadion Segiri dan Stadion Palaran.
“Yang jadi catatan memang di Samarinda. Itu yang sedang kami inventarisir, mana yang paling efektif dan efisien untuk segera diselesaikan. Kalau dua stadion utama bisa digunakan, seharusnya tidak ada alasan Kaltim tidak dipilih,” katanya.
Faisal menambahkan, PSSI yang diwakili oleh Arya Sinulingga dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa seluruh hasil pembahasan akan dibawa ke Jakarta untuk dirapatkan kembali sebelum keputusan resmi ditetapkan.
“Kami masih menunggu keputusan PSSI. Pak Arya menyampaikan hal ini akan dibawa ke pusat untuk diputuskan,” ujar Faisal.
Terkait waktu persiapan yang relatif singkat, Faisal menyebut kendala utama di Samarinda hanya berkaitan dengan standar pencahayaan stadion. Saat ini, intensitas lampu Stadion Segiri masih berada di bawah standar yang ditetapkan.
“Kalau yang saya dengar, persoalannya hanya lampu. Standarnya sekitar 1.200 lux, sementara di Segiri baru sekitar 900-an. Jadi kurang sekitar 300. Itu bisa dicarikan solusi, mau beli, sewa, atau pinjam. Pak Gubernur sudah menyanggupi untuk menyelesaikan hal itu,” jelasnya.
Untuk kebutuhan stadion, Faisal menegaskan bahwa AFF U-17 membutuhkan dua stadion utama, masing-masing di Samarinda dan Balikpapan, serta satu hingga dua stadion pendukung untuk latihan. Stadion latihan dinilai tidak menjadi masalah karena bisa memanfaatkan fasilitas yang ada, termasuk basecamp Borneo FC, Stadion Sempaja, dan Palaran.
“Balikpapan sudah siap. Tinggal stadion utama di Samarinda yang dianggap masih kurang dan itu sedang kami upayakan. Kami menunggu dulu keputusan PSSI, kalau sudah oke, baru kami mulai bekerja maksimal,” pungkas Faisal.(*)
Editor : Indra Zakaria