Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kaltim Dikepung Narkoba Jalur Udara dan Perbatasan, Komisi III DPR RI Sidak Markas Polda

Redaksi Prokal • 2026-03-06 06:15:00

Ketua rombongan Komisi III DPR RI, Safaruddin, memberikan keterangan pers usai kunjungan kerja reses ke Markas Polda Kalimantan Timur, Kamis (5/3/2026).
Ketua rombongan Komisi III DPR RI, Safaruddin, memberikan keterangan pers usai kunjungan kerja reses ke Markas Polda Kalimantan Timur, Kamis (5/3/2026).

 

BALIKPAPAN – Letak geografis Kalimantan Timur yang strategis sebagai pintu gerbang internasional kini menjadi pisau bermata dua. Dalam kunjungan kerja reses ke Markas Polda Kaltim pada Kamis (5/3/2026), Komisi III DPR RI membongkar fakta mengkhawatirkan mengenai tingginya ancaman penyelundupan narkotika yang masuk melalui jalur perbatasan hingga penerbangan internasional.

Ketua rombongan Komisi III DPR RI, Safaruddin, menegaskan bahwa Kaltim berada dalam radar zona rawan peredaran gelap narkoba. Data terbaru menunjukkan angka yang mencengangkan, di mana sebanyak 202 tersangka saat ini tengah diproses dalam berbagai kasus narkotika di Bumi Etam.

“Kaltim cukup rawan karena memiliki akses perbatasan yang memungkinkan masuknya barang dari luar negeri. Kami juga menyoroti kemungkinan penyelundupan melalui jalur transportasi, termasuk penerbangan internasional. Pengawasan di pintu masuk harus semakin diperketat,” ujar Safaruddin usai menggelar pertemuan tertutup dengan Kapolda Kaltim, Kejati, dan BNNP Kaltim.

Selain membahas strategi pemberantasan narkoba, Safaruddin juga menangkap keluhan mengenai keterbatasan anggaran yang menghimpit aparat penegak hukum di daerah. Meskipun pemerintah pusat tengah gencar menerapkan kebijakan efisiensi, ia berjanji akan memperjuangkan dukungan dana tambahan bagi Kepolisian, Kejaksaan, dan BNN.

“Kami ingin memastikan apakah ada kendala lapangan yang perlu dikoordinasikan di tingkat pusat. Ke depan, kami akan mendorong agar dalam anggaran tambahan nanti, aparat tetap mendapat dukungan yang memadai,” tegasnya.

Di sisi lain, Kapolda Kaltim Endar Priantoro melalui Kabid Humas Polda Kaltim, Yuliyanto, memaparkan perbandingan gangguan Kamtibmas periode 2025-2026 serta inovasi internal kepolisian. Salah satu yang mencuri perhatian adalah gebrakan disiplin tinggi bagi para personel.

“Polda Kaltim tengah mencanangkan program ‘Zero Pelanggaran’ bagi seluruh personel. Program ini diuji coba selama satu bulan dengan harapan ke depan tidak ada lagi pelanggaran sekecil apa pun yang dilakukan anggota,” jelas Yuliyanto.

Meski tantangan narkoba kian berat, Komisi III memberikan apresiasi terhadap kondusivitas wilayah Kalimantan Timur yang dinilai tetap terjaga dengan baik. Inovasi dan sinergi antarlembaga diharapkan mampu membentengi Kaltim dari serbuan barang haram yang kian kreatif menyusup lewat jalur-jalur tikus perbatasan. (rif/yud)

Editor : Indra Zakaria