Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Transportasi Jadi Urat Nadi: Strategi Kaltim Jaga Stabilitas Harga dan Kelancaran Mudik Lebaran 2026

Redaksi Prokal • 2026-03-08 07:30:00

Yusliando
Yusliando

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Perhubungan menegaskan bahwa sektor transportasi memegang peranan krusial sebagai urat nadi distribusi barang dan jasa menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam paparan sinergi stabilitas harga bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Bank Indonesia Perwakilan Kaltim pada Jumat kemarin, ditegaskan bahwa kelancaran arus logistik menjadi faktor penentu dalam menjaga ketersediaan barang sekaligus menekan potensi lonjakan inflasi selama periode Lebaran tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, Yusliando, menjelaskan bahwa integrasi sistem transportasi yang aman dan tertib akan berdampak langsung pada stabilitas ekonomi daerah. Untuk mendukung mobilitas masyarakat yang masif, pemerintah telah menyiapkan infrastruktur di seluruh lini, mulai dari terminal darat tipe A dan B yang melayani rute antar-kota hingga lintas provinsi seperti Samarinda–Banjarmasin dan Samarinda–Bontang. Layanan ini juga diperkuat dengan kesiapan ribuan unit angkutan sewa khusus yang tersebar di wilayah Balikpapan, Samarinda, hingga Penajam Paser Utara.

Kesiapan serupa juga terlihat pada sektor transportasi air dan udara. Pelabuhan utama seperti Semayang dan dermaga sungai di Samarinda tetap menjadi simpul penting bagi masyarakat, terutama untuk menjangkau wilayah pedalaman melalui rute Sungai Mahakam hingga Long Bagun. Sementara itu, Bandara SAMS Sepinggan dan Bandara APT Pranoto menjadi tumpuan utama konektivitas udara, baik untuk penerbangan domestik maupun penerbangan perintis menuju wilayah terpencil seperti Maratua dan Datah Dawai.

Di sisi keselamatan, Dinas Perhubungan berkomitmen melakukan pengawasan ketat melalui aksi ramp check pada kendaraan umum dan pemantauan fasilitas keselamatan kapal sesuai standar prosedur. Langkah preventif seperti pemasangan rambu di titik rawan kecelakaan serta pembagian life jacket menjadi bagian dari sosialisasi intensif kepada operator transportasi. Melalui kolaborasi lintas sektoral ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap penyelenggaraan angkutan Lebaran 2026 tidak hanya menjamin keselamatan pemudik, tetapi juga memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali di seluruh wilayah Bumi Etam. (*)

Editor : Indra Zakaria