SAMARINDA –Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempererat koordinasi lintas sektor guna memastikan stabilitas harga barang kebutuhan pokok tetap terjaga di seluruh wilayah Bumi Etam. Langkah strategis ini ditegaskan kembali dalam pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendalian Inflasi Daerah yang berlangsung di Samarinda pada penghujung pekan ini. Dalam forum tersebut, fokus utama diarahkan pada pengawasan ketat terhadap komoditas yang mulai menunjukkan tren fluktuasi harga di tengah kondisi pasar yang secara umum sebenarnya masih relatif terkendali.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kaltim, Heni Purwaningsih, memaparkan bahwa meskipun harga komoditas utama seperti beras medium dan premium serta minyak goreng curah masih berada dalam batas stabil, terdapat beberapa barang kebutuhan yang memerlukan perhatian khusus. Berdasarkan pantauan lapangan terbaru, harga cabai rawit merah, cabai merah keriting, bawang merah, hingga daging sapi tercatat telah melampaui harga acuan atau harga eceran tertinggi yang ditetapkan pemerintah. Kenaikan tipis pada harga cabai rawit merah secara harian menjadi alarm bagi tim pemantau untuk segera melakukan langkah antisipasi.
Perbedaan harga yang terjadi di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur disinyalir masih dipengaruhi oleh tantangan distribusi, jarak wilayah yang cukup jauh, serta tingkat ketersediaan pasokan yang belum merata. Jika dibandingkan dengan daerah produsen seperti Jawa Timur atau Sulawesi Selatan, harga sejumlah komoditas di Kalimantan Timur memang cenderung lebih tinggi. Realita geografis inilah yang menuntut pemerintah daerah untuk lebih gesit dalam memperkuat rantai logistik agar beban harga yang ditanggung masyarakat tidak semakin berat.
Langkah pengendalian inflasi yang masif ini merupakan bagian integral dari visi pembangunan yang diusung Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji. Melalui penguatan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga daya beli masyarakat sebagai fondasi utama dalam mewujudkan cita-cita Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas. Sinergi antara pemantauan harga berkala dan koordinasi distribusi yang efektif diharapkan mampu meredam gejolak pasar sehingga pertumbuhan ekonomi daerah tetap berjalan positif dan stabil bagi seluruh lapisan masyarakat. (*)
Editor : Indra Zakaria