PROKAL.CO, BALIKPAPAN-Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat dan lembaga demi menciptakan kota layak anak (KLA).
Salah satu yang menjadi partner kolaborasi dalam merealisasikan KLA adalah Tanoto Foundation, organisasi filantropi independen yang berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Baca Juga: Astra Agro Tegaskan Komitmen Keberlanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat di Kaltim
Nursyamsiarni Djufril Larose, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, saat silaturahmi dan buka puasa bersama Tanoto Foundation dan awak media di DECAFE Resto, Pastry & Bakery Balikpapan, Senin (9/3/2026), mengatakan saat ini Balikpapan sudah menyandang status KLA Utama.
Dijelaskan, sebelumnya DP3AKB Balikpapan dan Tanoto Foundation telah menandatangani nota kesepahaman.
“Apabila disinergikan dengan Tanoto sangat sesuai dengan program dari pemerintah kota,” katanya.
BEBERKAN PROGRAM
Dia menjelaskan, Tanoto Foundation mengembangkan proyek yang lebih besar dan komprehensif di Indonesia, meskipun kegiatan yayasan juga tersebar di berbagai negara.
“Dalam filantropi, kami tidak bergerak sendiri. Kami memiliki partner nasional maupun internasional," sebut perempuan yang akrab disapa Ping itu.
Bersama mitra, Tanoto Foundation mendampingi upaya penanganan stunting di Kutai Kartanegara (Kukar).
Hingga terlibat dalam pendampingan pelatihan kepemimpinan bagi guru, maupun bekerja bersama dalam penguatan kapasitas sekolah, guru, serta kepala sekolah.
Selain mengedepankan kolaborasi, Tanoto Foundation menempatkan data sebagai fondasi utama dalam perencanaan program.
Ping menegaskan, setiap intervensi selalu diawali dengan analisis data yang menyeluruh, baik pada tingkat nasional maupun global.
“Kami percaya apa pun yang kami lakukan harus berdasarkan data. Jika ingin menjalankan program stunting, kami melihat dulu data di Indonesia dan dunia, termasuk data guru dan sektor lain, baru kemudian menentukan wilayah mitra,” jelasnya.
Ia menambahkan, Tanoto Foundation juga menggandeng sejumlah lembaga riset seperti Acer dari Australia dan SMERU di Indonesia untuk memperkuat basis penelitian, serta melibatkan berbagai organisasi lain dalam proses pengembangan program.
Secara khusus di regional Kalimantan, Tanoto Foundation menetapkan sejumlah program prioritas yang mencakup sektor pendidikan dasar, pendidikan anak usia dini, kesehatan ibu dan anak, serta pengembangan kepemimpinan melalui program TELADAN.
Pada pendidikan dasar, intervensi dilakukan melalui pendampingan sekolah model pembelajaran mendalam di Balikpapan, pelatihan dan pendampingan guru di wilayah IKN, serta penguatan fasilitator di Bontang, Kukar, Balikpapan, Kutai Timur (Kutim), dan Kutai Barat (Kubar).
Selain itu, penguatan sistem monitoring sekolah dilakukan di Kubar dan Tana Tidung, disertai advokasi kebijakan daerah terkait RPJMD, literasi, dan numerasi.
Di bidang kesehatan ibu dan anak, program difokuskan pada pencegahan dan penurunan stunting melalui perubahan perilaku dan pengambilan keputusan berbasis data di tingkat desa, khususnya di Kukar serta wilayah Lombok Barat dan Lombok Utara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Roselina juga memaparkan perkembangan jangkauan program Tanoto Foundation secara nasional yang hingga Desember 2023 telah mencakup 131 kabupaten/kota di 21 provinsi serta menjangkau 22 universitas.
Di regional Kalimantan, cakupan wilayah dampingan kini terus bertambah.
“Tahun ini kami juga menangani proyek stunting di NTB, tepatnya di Lombok Barat dan Lombok Utara. Jadi sekarang total wilayah dampingan regional Kalimantan sudah sembilan kabupaten/kota,” katanya.
Ia menambahkan, perjalanan Tanoto Foundation yang telah memasuki empat dekade menunjukkan konsistensi dalam penguatan pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Sejak didirikan pada 1981 oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto di Besitang, Sumatra Utara, yayasan tersebut terus memperluas dampak melalui berbagai inisiatif.
"Melalui sinergi lintas sektor dan pendekatan berbasis data, Tanoto Foundation berharap upaya pemberdayaan masyarakat yang dijalankan dapat memberikan dampak berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, dan kepemimpinan generasi masa depan," katanya. (yin/far)