TENGGARONG - PT Pamapersada Nusantara Distrik Baya (Pama Baya) terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Pama Baya menginisiasi pemanfaatan limbah drum plastik tidak terpakai untuk dikonversi menjadi instalasi mini biogas bagi Kelompok Tani Sri Lemah Sejati di Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang baru – baru ini.
Program ini bertujuan untuk menciptakan kemandirian energi di tingkat petani dengan memanfaatkan potensi limbah organik yang ada di sekitar area pertanian. Drum plastik yang sebelumnya merupakan material sisa operasional, kini dialihfungsikan menjadi tabung digester yang mampu mengolah kotoran ternak maupun limbah sisa panen menjadi gas ramah lingkungan untuk kebutuhan harian.
CSR Officer Pama Baya, Edwan Akhrizani, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi circular economy perusahaan. Dengan mengolah kembali barang yang sudah tidak terpakai menjadi alat yang produktif, Pama Baya berupaya mengurangi dampak lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomis bagi masyarakat.
"Pemanfaatan drum plastik bekas untuk instalasi mini biogas ini adalah solusi praktis dan berkelanjutan. Kami ingin menunjukkan bahwa limbah operasional, jika dikelola dengan kreativitas dan teknologi tepat guna, dapat menjadi sumber energi alternatif yang murah bagi petani. Ini bukan sekadar bantuan fisik, tapi upaya kami mendorong kemandirian energi di Desa Bhuana Jaya," ujar Edwan.
Di sisi lain, perwakilan Kelompok Tani Sri Lemah Sejati, Roehendi, menyambut baik bantuan teknologi tepat guna ini. Menurutnya, keberadaan mini biogas dari drum plastik ini sangat membantu efisiensi biaya operasional rumah tangga dan pertanian para anggota kelompok.
"Kami sangat berterima kasih atas inisiatif Pama Baya. Sebelumnya, drum-drum ini mungkin hanya menumpuk, tapi sekarang menjadi alat yang menghasilkan gas untuk memasak dan sisa prosesnya bisa kami jadikan pupuk organik cair. Ini benar-benar membantu kami menghemat biaya dapur dan meningkatkan kualitas pertanian kami di Sri Lemah Sejati," ungkap Roehendi. (*)
Editor : Indra Zakaria