SAMARINDA – Pihak Pelindo Regional IV secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas insiden kapal yang kembali menyenggol fender Jembatan Mahakam pada Minggu (8/3/2026). Kejadian yang mengancam keselamatan infrastruktur vital di Kota Samarinda ini memicu reaksi cepat dari manajemen perusahaan.
Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh General Manager (GM) Pelindo Regional IV, Suparman, di hadapan para wakil rakyat saat rapat dengar pendapat di Gedung DPRD Kaltim pada Selasa (10/3/2026). Suparman menegaskan bahwa pihaknya menaruh perhatian serius terhadap kecelakaan ini.
“Kami turut prihatin dan memohon maaf atas kejadian ini. Saat ini investigasi internal sedang dilakukan secara menyeluruh,” ujar Suparman dengan nada tegas.
Meskipun saat kejadian proses pemanduan kapal diklaim telah melibatkan kapal bantu (assist tug) dan kapal pengawal (escort) sesuai prosedur, benturan pada struktur pelindung tetap tidak terhindarkan. Hal ini mendorong Pelindo untuk melakukan audit mendalam terhadap seluruh data operasional di lapangan.
Suparman menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menutup diri dari masukan pihak luar, termasuk aparat penegak hukum, demi membenahi standar keselamatan pelayaran di Sungai Mahakam.
“Jika dari hasil evaluasi ditemukan kelemahan sistem, tentu akan kami perbaiki. Kami juga terbuka terhadap masukan dari pihak kepolisian,” tambahnya.
Manajemen Pelindo juga memberikan peringatan keras kepada seluruh personel yang bertugas. Perusahaan memastikan akan ada konsekuensi berat jika ditemukan adanya faktor kesalahan manusia dalam insiden tersebut, mengingat pentingnya Jembatan Mahakam bagi mobilitas masyarakat Kalimantan Timur.
“Kejadian seperti ini tidak boleh terulang. Jika ada unsur kelalaian dari SDM, tentu akan kami tindak tegas,” pungkas Suparman. (*)
Editor : Indra Zakaria