Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

David De Gea Beri Dukungan Antonin Kinsky

Redaksi Prokal • 2026-03-13 13:50:00

Antonin Kinsky, kiper utama Tottenham Hotspur. (IMAGO/Sportimage)
Antonin Kinsky, kiper utama Tottenham Hotspur. (IMAGO/Sportimage)

MADRID – Panggung megah Liga Champions yang seharusnya menjadi pembuktian bagi Antonin Kinsky justru berubah menjadi mimpi buruk yang sulit dilupakan. Dalam laga krusial babak 16 besar melawan Atletico Madrid, kiper muda Tottenham Hotspur berusia 22 tahun itu harus merasakan pahitnya ditarik keluar lapangan saat pertandingan baru berjalan 17 menit.

Keputusan pelatih interim, Igor Tudor, untuk memberikan debut kompetisi kepada Kinsky di tengah tekanan sebesar Wanda Metropolitano langsung memicu perdebatan panas. Pasalnya, Tottenham datang dalam kondisi rapuh—terseok-seok di Liga Inggris dan hanya berjarak satu poin dari zona degradasi. Alih-alih mendapatkan perlindungan, Kinsky justru seolah dilempar ke "kandang singa" tanpa persiapan mental yang matang.

Hanya dalam waktu 15 menit, gawang Spurs sudah bobol tiga kali. Dua kesalahan fatal dari Kinsky yang berujung gol bagi Atletico memaksa Tudor mengambil langkah drastis dengan menariknya keluar lebih awal. Meski Pedro Porro dan Dominic Solanke sempat memperkecil ketertinggalan, Tottenham tetap pulang dengan kepala tertunduk setelah dihantam kekalahan telak 5-2.

Solidaritas Para Penjaga Gawang
Di tengah badai kritik yang menyerang Kinsky, dukungan moral justru datang dari mereka yang paham betul kerasnya berdiri di bawah mistar gawang. Mantan kiper legendaris Manchester United, David De Gea, mengirimkan pesan menyentuh yang seketika viral di media sosial. De Gea, yang kini membela Fiorentina, mengingatkan bahwa posisi kiper memiliki tingkat kesulitan yang hanya dipahami oleh sesama penjaga gawang.

"Tetaplah tegakkan kepala dan kamu akan berhasil lagi," tulis De Gea, sebuah pesan sederhana namun sarat empati bagi juniornya yang sedang terpuruk.

Senada dengan De Gea, Joe Hart yang bertugas sebagai analis di TNT Sports juga menyuarakan simpatinya. Hart bersama panel analis lainnya sepakat bahwa dalam laga sebesar Liga Champions, sosok senior seperti Guglielmo Vicario seharusnya tetap menjadi pilihan utama. Pemandangan mengharukan juga terlihat di pinggir lapangan, di mana pemain Atletico Madrid dan rekan setim di Tottenham tampak memberikan pelukan penguat saat Kinsky berjalan gontai menuju bangku cadangan.

Kini, sorotan tajam beralih kepada Igor Tudor. Sejak mengambil alih kursi kepelatihan dari Thomas Frank, pelatih asal Kroasia ini belum mampu menghadirkan stabilitas bagi klub London Utara tersebut. Identitas permainan tim yang belum terbentuk serta keputusan taktis yang dianggap membingungkan—termasuk membangkucadangkan pemain kunci seperti Joao Palhinha—membuat posisinya kian tidak aman.

Awalnya, manajemen berharap Tudor bisa menjadi nahkoda hingga akhir musim. Namun, dengan rentetan empat pertandingan tanpa kemenangan dan kekalahan memalukan di kompetisi Eropa, tekanan bagi manajemen Spurs untuk mencari sosok pemimpin baru kini semakin tak terbendung. Bagi Tottenham, malam di Madrid bukan sekadar kekalahan skor, melainkan sinyal peringatan bahwa krisis di tubuh tim sedang berada di titik kritis. (*)

 

Editor : Indra Zakaria