SAMARINDA – Menjelang puncak arus mudik Lebaran, masyarakat yang berencana melakukan perjalanan darat melintasi wilayah Kalimantan Timur diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Masih berlangsungnya musim penghujan di wilayah ini menciptakan tantangan tersendiri, terutama terkait kondisi jalan yang berpotensi menjadi licin dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur, Renhard Ronald, menegaskan bahwa aspek keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas mutlak. Ia meminta baik penyelenggara angkutan umum maupun pemudik mandiri untuk tidak mengabaikan faktor teknis kendaraan serta kondisi lingkungan selama di perjalanan.
“Keselamatan dan keamanan menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan, baik oleh kami sebagai penyelenggara angkutan darat maupun oleh masyarakat yang menggunakan fasilitas transportasi,” ujar Renhard.
Sejalan dengan instruksi Menteri Perhubungan RI, BPTD Kaltim kini memperketat pemeriksaan teknis kendaraan demi memastikan kelayakan operasi. Selain kesiapan armada, langkah mitigasi terhadap potensi cuaca ekstrem juga menjadi fokus utama. Renhard mengimbau agar para pemudik proaktif memantau informasi prakiraan cuaca melalui aplikasi resmi BMKG sebagai bahan pertimbangan sebelum memulai perjalanan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Meteorologi SAMS Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengingatkan bahwa curah hujan yang masih tinggi dapat memengaruhi infrastruktur transportasi darat. Menurutnya, area publik seperti terminal kerap menjadi titik rawan genangan air yang berdampak pada keselamatan pengguna jalan.
“Karena masih dalam musim hujan, pemudik perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di area terminal yang kerap tergenang air. Kondisi tersebut dapat membuat permukaan jalan menjadi licin dan berpotensi memicu kecelakaan,” jelas Djoko.
Guna mempermudah akses informasi, BMKG memastikan pembaruan data cuaca dilakukan secara real-time melalui berbagai platform digital. Melalui sinergi antara otoritas transportasi dan meteorologi ini, diharapkan masyarakat Kalimantan Timur dapat lebih siap dalam merencanakan perjalanan mudik mereka. Kesadaran untuk memperhatikan faktor cuaca diharapkan mampu meminimalisir risiko di jalan raya, sehingga tradisi pulang kampung tahun ini dapat berjalan dengan aman dan lancar hingga tiba di tujuan. (*)
Editor : Indra Zakaria