BALIKPAPAN – Masyarakat Kalimantan Timur tidak perlu risau menghadapi lonjakan kebutuhan pangan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Kantor Wilayah Kaltim-Kaltara memastikan ketahanan stok beras di gudang-gudang mereka berada dalam kondisi sangat aman, bahkan diproyeksikan mencukupi hingga tiga bulan ke depan.
Berdasarkan data terbaru per Selasa (17/3), stok beras yang tersedia saat ini mencapai 17.676 ton. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah seiring dengan langkah strategis Bulog memperkuat cadangan pangan daerah.
Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik Bulog Kaltim-Kaltara, Mardi Harianto, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendatangkan pasokan tambahan sebesar 17 ribu ton dari daerah produsen utama, yakni Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.
"Stok beras insyaallah aman, bahkan bisa lebih dari tiga bulan," tegas Mardi. Dengan masuknya kiriman tambahan tersebut, total cadangan beras di Kalimantan Timur diperkirakan akan menembus angka 34 ribu ton pada pertengahan tahun ini.
Selain mengandalkan pasokan antar-pulau, Bulog juga aktif menyerap gabah hasil panen petani lokal. Melalui kerja sama dengan mitra penggilingan di daerah, penyerapan ini bertujuan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan sekaligus memastikan ketersediaan beras segar di gudang-gudang logistik Kaltim.
Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas harga di pasar tradisional maupun ritel modern selama masa puncak konsumsi Ramadan dan Lebaran.
Upaya stabilisasi tidak hanya terfokus pada beras. Bulog mengonfirmasi bahwa stok pangan pokok lainnya seperti gula pasir, minyak goreng, jagung, hingga daging sapi berada dalam status aman dan terkendali.
Pemerintah melalui Bulog memastikan bahwa distribusi ke seluruh kabupaten/kota di Kaltim akan terus dipantau guna mencegah terjadinya kelangkaan barang maupun spekulasi harga di tingkat pedagang. Dengan cadangan yang mumpuni, warga Kaltim diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Lebaran dengan tenang. (*)
Editor : Indra Zakaria