Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Hubungan Memanas dengan Direktur Turnamen, Aryna Sabalenka Ancam Boikot Turnamen Dubai di Masa Depan

Redaksi Prokal • Jumat, 20 Maret 2026 - 15:35 WIB

Aryna Sabalenka (Bein Sports)
Aryna Sabalenka (Bein Sports)

PROKAL.CO– Kabar mengejutkan datang dari jagat tenis profesional. Petenis tunggal putri nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, secara terbuka menyatakan kemungkinan untuk tidak akan pernah lagi mengayunkan raket di ajang Dubai Tennis Championships. Pernyataan keras ini muncul sebagai bentuk protes atas kritik pedas yang dilontarkan oleh direktur turnamen tersebut.

"Saya tidak yakin ingin kembali ke sana setelah komentarnya. Bagi saya, itu sudah keterlaluan," tegas Sabalenka sebagaimana dikutip dari The Guardian, Kamis (19/3).

Ketegangan ini bermula dari komentar Direktur Turnamen Dubai, Salah Tahlak, yang merasa kecewa atas mundurnya Sabalenka dan Iga Swiatek dari turnamen level WTA 1000 tersebut pada Februari 2026 lalu. Tahlak menilai alasan yang diberikan kedua petenis papan atas itu "agak aneh"—Swiatek mengaku belum siap secara mental, sementara Sabalenka beralasan mengalami cedera ringan.

Tidak sekadar kecewa, Tahlak bahkan menuntut adanya sanksi yang lebih berat bagi para pemain bintang yang mundur secara mendadak.

"Menurut saya harus ada hukuman lebih tegas, bukan hanya denda. Mereka juga harus kehilangan poin peringkat," ujar Tahlak saat itu. Menanggapi tuntutan tersebut, Sabalenka menyebut pandangan Tahlak sangat konyol dan tidak menunjukkan sikap yang baik terhadap atlet. Ia merasa pihak penyelenggara hanya mementingkan aspek komersial tanpa memedulikan kondisi fisik dan mental para pemain di tengah jadwal kompetisi yang sangat padat.

"Bagi saya ini sangat aneh, bahkan menyedihkan, melihat pihak turnamen tidak melindungi kami sebagai pemain. Mereka hanya peduli pada penjualan dan turnamennya saja," keluh petarung asal Belarusia tersebut.

Sabalenka menjelaskan bahwa keputusan mundur bukanlah hal yang mudah karena ia sadar akan mengecewakan penggemar. Namun, ia merasa jadwal tur dunia saat ini sudah tidak lagi berkelanjutan bagi kesehatan atlet di level tertinggi.

Menanggapi friksi ini, organisasi tenis wanita dunia (WTA) menegaskan bahwa kesejahteraan atlet tetap menjadi prioritas utama. Saat ini, WTA telah membentuk Tour Architecture Council untuk meninjau ulang struktur kalender kompetisi, dengan perubahan yang ditargetkan mulai diterapkan pada musim 2027 mendatang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dubai Tennis Championships sendiri belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan terbaru dari sang ratu tenis dunia tersebut. Jika Sabalenka benar-benar merealisasikan ancamannya, turnamen bergengsi di Uni Emirat Arab itu dipastikan akan kehilangan salah satu daya tarik utamanya di masa depan. (*)

Editor : Indra Zakaria