Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Alarm Lini Depan Garuda: Yakob Sayuri Menanjak, Ketajaman Sananta dan Barisan Striker Jadi Sorotan

Redaksi Prokal • Rabu, 25 Maret 2026 - 18:38 WIB

Ramadan Sananta diharapkan tampil baik saat beberapa penyerang timnas tak fit.
Ramadan Sananta diharapkan tampil baik saat beberapa penyerang timnas tak fit.

JAKARTA – Performa lini serang Timnas Indonesia menjelang agenda FIFA Series Maret 2026 kini tengah berada di bawah mikroskop publik. Dari enam nama penyerang yang dipanggil oleh pelatih John Herdman, tercatat hanya segelintir pemain yang mampu menunjukkan produktivitas stabil di level klub sepanjang musim 2025/2026.

Situasi ini memicu kekhawatiran mengenai daya gedor skuat Garuda saat harus menghadapi lawan dengan kualitas yang lebih tinggi di level internasional nanti.

Sorotan utama sejauh ini tertuju pada Yakob Sayuri yang tampil paling menonjol dibandingkan rekan-rekan setimnya. Bersama Malut United, winger lincah ini telah membuktikan kualitasnya dengan torehan enam gol dan satu assist dari 19 pertandingan. Tidak hanya tajam di depan gawang, kontribusi Yakob juga terlihat dari konsistensi menit bermainnya yang menembus angka 1.500 menit, menjadikannya harapan utama sekaligus tumpuan di sektor penyerangan Timnas saat ini.

Kondisi kontras justru dialami oleh Ramadhan Sananta yang kini merumput bersama DPMM FC. Meski mendapatkan kesempatan tampil reguler dalam 24 pertandingan, eks penyerang PSM Makassar ini baru mampu mengemas empat gol dan dua assist. Angka tersebut dinilai masih minim bagi seorang striker utama, sehingga menjadi pekerjaan rumah besar bagi jajaran pelatih untuk mengembalikan insting membunuhnya. Sementara itu, Beckham Putra dari Persib Bandung tetap menjadi opsi rotasi yang menarik berkat efisiensinya dalam mencatatkan dua gol dan empat assist meskipun tidak selalu turun sebagai starter.

Namun, mendung duka menyelimuti beberapa nama lain yang berada dalam kondisi tidak ideal. Ole Romeny harus melewati musim yang sulit akibat dibekap cedera dan ketatnya persaingan di klub, yang membuatnya belum mampu mencetak gol dari 14 penampilan. Hal serupa dialami Ragnar Oratmangoen yang baru mengoleksi satu gol akibat kendala kebugaran, serta Mauro Zijlstra yang mencatatkan menit bermain paling minim di level senior musim ini.

Gambaran ini menunjukkan bahwa lini depan Timnas Indonesia masih dihantui masalah konsistensi dan ketergantungan pada pemain tertentu. Pelatih John Herdman kini dituntut untuk meramu kombinasi terbaik serta membangun chemistry antar pemain agar tidak menjadi risiko besar di lapangan. Ajang FIFA Series mendatang pun akan menjadi panggung pembuktian sekaligus evaluasi krusial; jika ingin bersaing di level Asia, peningkatan performa barisan penyerang Garuda menjadi hal yang tidak bisa ditunda lagi. (*)

Editor : Indra Zakaria