Pembangunan jalan baru oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sebagai bentuk peralihan dari akses yang putus akibat longsor di wilayah Krayan, Nunukan ditargetkan tuntas tahun ini.
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Yansen TP mengatakan, baru-baru ini Gubernur sudah menugaskan tim teknis ke lapangan untuk mengecek secara langsung kondisi jalan provinsi yang putus. Sudah juga dilakukan simulasi pemindahan jalan untuk di wilayah yang longsor itu.
“Kondisi hujan yang terjadi belakangan ini memang cukup ekstrem. Karena jalannya hanya dengan konstruksi tanah, sehingga perlu adanya penanganan segera,” ujar Yansen kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor, Rabu (28/8).
Dijelaskannya, trase jalan yang baru dibuka itu memiliki panjang sekitar 400 meter. Ini harus dikebut, karena kalau tidak ditangani segera, maka aktivitas masyarakat akan terganggu, karena tidak ada akses lain yang bisa tembus ke daerah itu. “Tantangan ini susah juga, karena untuk bergerak juga butuh BBM (bahan bakar minyak), sehingga susah juga,” kata mantan Bupati Malinau dia periode ini.
Pria yang juga Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat ini berharap, dalam waktu dekat ini trase jalan yang dibangun dari Malinau bisa segera tembus ke Krayan. Jika ini sudah klir, dipastikan di wilayah perbatasan provinsi ke-34 ini sudah tidak ada masalah lagi. (iwk/eza)