TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan menggarap secara serius pengembangan kawasan wisata Pantai Amal yang sudah dimulai tahun ini. Demi menjadikan wisata pantai di Tarakan itu sebagai wisata unggulan.
Keseriusan Pemkot Tarakan tampak dalam maket plant yang tergambar dalam video berdurasi beberapa saat. Kawasan Pantai Amal terlihat tertata rapi dan indah dipandang dan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas.
Menandai masuk ke kawasan Pantai Amal sepanjang 2,2 kilometer, terbangun sebuah gapura atau gerbang dengan bentuk yang modern. Setelah itu tampak area parkir kendaraan yang luas dan asri dengan banyaknya pohon-pohon. Di samping area parkir ada area plaza entrance.
Termasuk akan dibangun gerbang tiket berbentuk kepala hewan khas Tarakan, Bekantan. Setelah itu tampak area street food sebagai tempat bersantap kuliner pantai.
Tidak hanya itu, bahkan juga dibangun sejumlah fasilitas bersantai. Di antaranya pantai buatan yang dilengkapi jogging track, tempat bermain atau playground, serta plaza budaya sebagai tempat pertunjukan, yang lokasinya berhadapan dengan area hotel atau kondotel.
Di kawasan Pantai Amal berencana membangun dermaga marina sebagai tempat bersandar kapal-kapal yacht dan pesiar. Masjid terapung di atas laut dengan design yang modern pun akan dibangun.
Wali Kota Tarakan, Khairul, mengatakan pembangunannya dilakukan dalam empat tahap yang dimulai tahun ini. “Tahun ini mulai dibangun tahap awal, insya Allah tahap dua nanti sekitar Agustus,” terang Khairul, Rabu (26/2).
Dalam tahap satu dan dua, akan dilakukan penataan jalan dan pembangunan sejumlah fasilitas. Seperti dermaga marina, street food, food court, menara pandang, plaza budaya, coloessum, taman playground, area parkir, gerbang termasuk pagar.
Dalam penataan dan pembangunan Pantai Amal tersebut dialokasikan anggaran kurang lebih Rp 60 miliar, dengan target rampung tahun 2021. “Insya Allah 2021 Tarakan punya wahana atau destinasi wisata baru. Dan harapan kita juga berlevel mancanegara, karena disiapkan marina. Mudah-mudahan investornya jadi masuk, untuk pengembangkan hotel dan kondotel dan theme park. Dianggarkan Rp 60 miliar yang tahap awal,” beber khairul.
Sementara untuk tahap tiga, direncanakan akan dibangun hotel atau kondotel serta theme park. Di dalamnya ada wahana permainan, seperti water boom dan lain-lain, di area sekitar 6 hektare.
Untuk merealisasikan hal itu, Pemkot Tarakan akan menggandeng pihak swasta dengan pola kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU). “Ada dari Malaysia datang, sempat melihat, cuma memang belum ada keputusan. Sudah dua kali dia lihat,” ungkapnya.
Adapun tahap empat, pembangunan masjid terapung. Khairul menjamin bahwa penataan kawasan Pantai Amal ini tidak akan mengganggu rumah penduduk. Karena pemerintah hanya membangun di area reklamasi.
Pedagang yang berjualan saat ini, akan difasilitasi Pemkot Tarakan untuk memanfaatkan fasilitas food street untuk berdagang. Namun harus mengikuti aturan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Tarakan, Agustina menargetkan Pantai Amal ke depan bisa menjadi destinasi wisata untuk masyarakat Kaltara.
“Target kita utamanya se Kaltara dulu, empat kabupaten otomatis, mungkin mereka liburannya di sini (Pantai Amal),” ujarnya.
Data yang diperoleh Dinas Pariwisata, dalam setahun jumlah kunjungan wisatawan asal Malaysia ke Tarakan mencapai 7 ribuan orang.
“Target kita selanjutnya negara tetangga, Malaysia. Satu minggu tiga kali itu jalur udara, laut pun begitu,” lanjut Agustina. Pengembangan kawasan Pantai Amal nanti bisa menopang perekonomian Tarakan dengan memberikan pendapatan asli daerah (PAD) dan devisa bagi negara.
“Dari parkiran sudah jelas PAD kita masuk, kemudian dari food court, street food. Kemudian pedestrian, dermaga marina, kondotel atau hotel atau cotage dan masjid terapung. Nah, itu sudah bisa dibayangkan PAD kita dari situ luar biasa,” tutur Agustina. (mrs/uno)
Editor : uki-Berau Post