NUNUKAN – Aksi balapan liar di bulan Ramadan menjadi perhatian khusus bagi Satlantas Polres Nunukan. Hal itu untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat yang melaporkan adanya aksi balapan liar.
“Kita mendapat laporan warga dengan tiga video aksi balap liar. Kita turunkan tim dan lakukan tindakan sebagai respon cepat,” ujar Kasat Lantas Polres Nunukan AKP Arofiek Aprilian Riswanto, Selasa (5/4).
Balap liar rata-rata dilakukan remaja belasan tahun, dengan memodifikasi motornya. Lakukan aksi balapan saat menjelang buka puasa dan selesai bersantap sahur. Ada 3 lokasi yang dilaporkan, yakni Jalan TVRI Nunukan Timur, areal jalan Lingkar, dan kawasan Islamic Centre Nunukan Selatan.
Sejak menerima laporan di awal Ramadan, Satlantas sudah mengamankan 6 unit motor. “Kami amankan motornya, mereka alasan mau pergi ke masjid salat Subuh. Sementara mereka pakai celana pendek dan tidak bawa sarung,” ungkapnya Arofiek.
Ia menegaskan, aksi balap liar para remaja perlu perhatian, khususnya dari orang tua. Orang tua agar melakukan pengawasan ketat dan tidak membolehkan anak usia remaja, yang belum pantas memiliki SIM untuk membawa motor.
“Ini menjadi perhatian masyarakat kasusnya. Kami banyak menerima laporan dan menimbulkan keresahan. Motor untuk balap liar sudah kami amankan, tak akan diserahkan sampai selesai lebaran,” tegasnya.
Kebijakan tersebut menjadi shock therapy pelaku balap liar dan menjadi edukasi bagi orang tua, untuk lebih memperhatikan ulah anaknya di jalan raya. Arofiek mengatakan, aksi balap liar tentu membahayakan diri dan orang lain. “Bagaimanapun balap liar memiliki konsekuensi hukum. Kami berikan tindakan tegas dengan sanksi Rp 3 juta, motornya kita tahan,” tutup Arofiek. (*/lik/*/viq/uno)
Editor : uki-Berau Post