NUNUKAN–Tumpukan sampah menghiasi sejumlah lokasi wisata Pantai Sebatik. Hal itu terjadi di antaranya Pantai Batu Lamampu dan Marina Beach.
Sampah plastik yang bertebaran berasal dari wisatawan yang berlibur beberapa hari terakhir. Kondisi itu sangat disayangkan karena lokasi wisata tersebut sudah disiapkan tempat sampah.
Abu, warga Sei Taiwan, Desa Tanjung Karang, menuturkan sampah yang menghiasi lokasi wisata bersumber dari wisatawan yang kurang bertanggung jawab. Sebab, sampah yang dihasilkan tidak dibuang pada tempatnya. Dampaknya pun merusak keindahan pantai. "Tempat sampah sudah disiapkan di lokasi wisata agar sampah pengunjung tidak berhamburan. Namun, ada aja pengunjung yang tidak peduli kebersihan, dan tidak mau membuang pada tempatnya," ucap dia, kemarin (5/5).
Lokasi wisata di Sebatik itu menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Sehingga, masyarakat Sebatik menyediakan perlengkapan fasilitas pendukung di lokasi wisata agar pengunjung nyaman. "Banyak yang sudah dibenahi. Kerja sama baik dari pengusaha dan warga setempat yang bergotong royong memperbaiki dan menata agar lebih baik dan nyaman. Karena sikap dan perilaku pengunjung yang tak bertanggung jawab, kondisinya sangat memprihatinkan," jelasnya.
Ramlan, pengurus Karang Taruna Sei Taiwan, berharap kesadaran pengunjung yang datang ke lokasi wisata di Pulau Sebatik dapat menjaga kebersihan. Sebab, objek wisata yang ada menjadi daya tarik wisatawan.
"Harapannya ikut menjaga kebersihan lokasi wisata. Karena dibutuhkan peran pengunjung. Jadi sama-sama menjaga kebersihan," pesannya.
Lokasi wisata yang tak jauh dari kediamannya belum menarik biaya kepada pengunjung. Sehingga, tidak ada pengelolaan secara khusus objek wisata tersebut. Jadi, pihaknya bersama pemerintah desa akan membahas Peraturan Desa (Perdes) Tanjung Karang, agar pengelolaan wisata diserahkan kepada karang taruna.
"Rencananya, ditarik biaya masuk untuk pengelolaan pantai. Karena kami tidak berani juga memungut biaya jika tidak ada dasar hukumnya. Untuk itu dibicarakan dulu sebagai dasar pungutan," pungkasnya. (kpg/akz/dra/k8)
Editor : izak-Indra Zakaria