Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Kenaikan Harga Tiket Speedboat di Kaltara Dikeluhkan Masyarakat

izak-Indra Zakaria • 2022-09-05 09:44:31
Speedboat antar pulau di Kaltara.
Speedboat antar pulau di Kaltara.

 

TARAKAN - Harga tiket speedboat reguler di Kaltara mengalami kenaikan. Penyebabnya diklaim karena naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan non subsidi oleh pemerintah.

Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Kaltara, Sabar mengatakan, rencananya harga tiket untuk trayek Tanjung Selor-Tarakan naik dari Rp130.000 per orang menjadi Rp145.000 per orang. Selain trayek Tanjung Selor-Tarakan, penyesuaian harga juga dilakukan pada trayek Tarakan-Malinau sebesar Rp310.000 per orang, Tarakan-Nunukan Rp280.000 per orang, Tarakan-Tideng Pele Rp235.000 per orang, Tarakan-Pulau Bunyu Rp120.000 per orang, Tarakan-Sei Nyamuk Rp280.000 per orang dan Tarakan-Sembakung Rp315.000 per orang.

"Sebelum diberlakukan penyesuaian harga tiket, saat ini kami masih melakukan pembahasan. Memang penyesuaian harga ini dilakukan karena kenaikan harga BBM," singkatnya, Minggu (4/9).

Rencana kenaikan harga tiket speedboat juga dikeluhkan warga, Irawan. Ia mengeluhkan rencana kenaikan harga tiket Tarakan-Tanjung Selor. Kenaikan harga sebanyak Rp15.000 ini sangat mengecewakan. Mesti ia mengetahui dampak dari kenaikan BBM, kenaikan harga tiket speedboat tidak wajar.

"Dulu Rp130.000 dan rencana mau dinaikan jadi Rp145.000. Harga itu sangat mencekii masyarakat. Biasanya saya kerja di Tarakan dan pulang ke Tanjung Selor, mau tidak mau saya kurangi pulang dulu. Biasanya saya pulang seminggu sekali ke Tanjung Selor. Bisa-bisa sekarang pulang hanya sebulan sekali," keluhnya.

Ia menyarankan kepada pengusaha speedboat untuk tidak menaikan harga speedboat hari ini, (5/9). Sebab, transportasi masyarakat dari Tarakan menuju kabupaten lain di Kaltara dengan harga ekonomis, hanya tersedia di Pelabuhan Tengkayu I Tarakan.

"Kan harga solar atau pertalite naiknya juga tidak terlalu banyak. Kalau bisa disiasati saja dari jumlah penumpang. Misal, speedboat jangan berangkat kalau belum batas maksimum manifest. Kalau bisa diakali disitu," harapnya.(sas)

Editor : izak-Indra Zakaria