Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tempat Pembuangan Sampah di Tarakan Ini Katanya Mau Dijadikan Taman

izak-Indra Zakaria • 2022-11-14 12:28:01
KELEBIHAN KAPASITAS: Lokasi TPA Hake Babu nantinya dijadikan taman kota, seiring pemindahan TPA di Juata Kerikil.
KELEBIHAN KAPASITAS: Lokasi TPA Hake Babu nantinya dijadikan taman kota, seiring pemindahan TPA di Juata Kerikil.

TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, mengupayakan pembangunan tempat pengelolaan akhir (TPA) sampah, di Juata Kerikil di atas lahan seluas 10 hektare.

Meskipun sudah berada di akhir tahun 2022, namun prosesnya masih terkendala pada tender bersama kontraktor. Wali Kota Tarakan Khairul mengatakan, pembangunan TPA baru pengganti Hake Babu, sementara berproses tender. Nanti jika sudah selesai, dilanjutkan dengan pembangunan fisik dan akan langsung difungsikan. Terlebih TPA yang ada saat ini sudah over kapasitas.

“Kalau TPA Juata Kerikil sudah selesai dibangun pelan-pelan, kami akan geser ke sana. Sedangkan TPA Hake Babu akan dijadikan taman kota atau ruang terbuka hijau. Lokasi yang baru sebenarnya memiliki luas 55 hektare. Tapi yang sedang kita bangun hanya 10 hektare. Itu sudah cukup untuk menampung sampah selama 10 tahun ke depan,” ungkapnya, Minggu (13/11).

Dengan lahan yang ada, jika ke depan tidak lagi bisa menampung akan dibuka lagi TPA di lokasi di sekitarnya. Sebab masih ada 45 hektare yang saat ini menjadi buffer zone atau zona penyangga. Sedangkan sistem yang digunakan, dalam mengelola sampah di TPA adalah sanitary landfill.

“Sistem ini, sampahnya kita timbun. Tak seperti di TPA sekarang, hanya ditumpuk. Sehingga nanti baunya akan berkurang. Selain itu, air lindinya akan diolah dengan baik. Sehingga lebih standar untuk kelestarian lingkungan sekitar,” jelasnya.

TPA Hake babu yang akan menjadi taman kota, juga perlu dilakukan penataan dan pengelolaan. Sampah yang menumpuk akan dipilah kembali. Mana yang masih bisa dimanfaatkan, baik untuk pupuk maupun daur ulang sampah lainnya.

Dengan begitu, volume sampah yang ada di TPA Hake Babu bisa berkurang dan mudah dilakukan pembenahan. Untuk dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau. Sehingga masyarakat bisa bermain dan melakukan aktivitas lainnya di lokasi tersebut.

“Penataan akan disesuaikan dengan gambar yang sudah ada. Nanti sampahnya bisa diolah terlebih dahulu, dipilah-pilah. Rencananya, dijadikan sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), tapi pembangunan pabriknya tak jadi,” tutupnya. (sas/uno)

Editor : izak-Indra Zakaria
#lingkungan