Advertorial Balikpapan Bisnis Bola Daerah Bola Dunia Hiburan Hoax IKN Internasional Kesehatan Kriminal Lifestyle Nasional Pemerintahan Politik Pro Kalimantan Prokal Balikpapan Prokal Berau Prokal Kaltara Prokal Kaltim Prokal News Ramadan Samarinda Sport Teknologi

Lama Kali Bah..!! Daftar Tunggu untuk Haji Bulungan Capai 26 Tahun

Radar Tarakan • 2024-05-20 12:45:00
IBADAH HAJI: Jemaah haji Kaltara 2023 saat tiba di Mekkah.
IBADAH HAJI: Jemaah haji Kaltara 2023 saat tiba di Mekkah.

 

 Umat Islam di Bulungan yang berniat beribadah haji harus lebih bersabar. Sebab, Kemenag Bulungan menyatakan waiting list (daftar tunggu) haji di Bulungan mencapai 26 tahun.

Kepala Kemenag Bulungan, Muhammad Ramli mengatakan, antusiasme warga Bulungan untuk menunaikan rukun Islam kelima ini terbilang tinggi. Namun, waiting list cukup panjang. "Waiting list haji di Kabupaten Bulungan mencapai 26 tahun," kata Ramli kepada Radar Kaltara.

Artinya, mereka yang mendaftar tahun ini bakal berangkat ke Tanah Suci pada 2050 mendatang. Secara umum, kuota haji Indonesia sebanyak 241.000 orang. Meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Yakni, 221.000 orang.

"Kuota haji Bulungan 2023 sebanyak 83 orang. Tahun ini naik menjadi 92 orang," ungkapnya. Indonesia, sambung Ramli, menjadi negara dengan waiting list terpanjang. Kerena itu, pemerintah pusat terus berupaya untuk menambah kuota haji. "Pemerintah pusat terus berupaya untuk meminta tambahan kuota haji," ujarnya.

Diharapkan, 2025 kuota haji dapat bertambah. Sehingga, bisa memangkas waiting list haji yang cukup panjang. "Iya, saya berharap waiting list haji yang cukup panjang dapat dipangkas dan masyarakat dapat menunaikan ibadah haji lebih cepat," bebernya.

Namun, dalam menangani masalah ini, tidak hanya peningkatan jumlah kuota haji saja yang harus diperhatikan, melainkan juga aspek-aspek lain seperti infrastruktur dan kesiapan masyarakat. "Masyarakat juga perlu mengembangkan kesadaran, agar pengajuan pendaftaran haji dilakukan jauh hari sebelumnya dan tidak menunggu di akhir usia produktif," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga perlu memerhatikan kesehatan dan kesiapan finansial bagi diri mereka sendiri, karena mempersiapkan diri untuk menunaikan ibadah haji juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Di samping itu, Kemenag Bulungan juga akan lebih aktif dalam memberikan sosialisasi dan informasi terkait penyelenggaraan ibadah haji pada masyarakat.

"Ini sangat penting agar masyarakat dapat memahami prosedur dan syarat yang harus dipenuhi, sehingga tidak mengalami kendala di kemudian hari," bebernya.

 

Dalam menangani masalah ini, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama dan saling mendukung agar penyelenggaraan ibadah haji dapat berjalan dengan lancar dan memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat yang ingin menunaikan ibadah haji.

"Diperlukan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat dalam memperbaiki situasi ini. Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pendidikan masyarakat tentang penyelenggaraan ibadah haji dan dapat membantu memperbaiki situasi," pungkasnya. (jai/har)

 

Editor : Indra Zakaria