Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Sampah Meluber, Petugas Angkut Tidak Rutin

anggri-Radar Tarakan • Senin, 4 Februari 2019 - 21:25 WIB

TARAKAN - Pemandangan tidak sedap terlihat di RT 02, Jalan Sei Bengawan, Kelurahan Juata Permai, Kecamatan Tarakan Utara, pada Minggu (3/2) pagi. Tepatnya pada lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan tersebut lantaran membludak hingga keluar bak. Sehingga tumpukan yang membludak tersebut menyebabkan aroma yang menyengat.


Rudi Hartono (29), warga setempat mengungkapkan, membludaknya sampah  pada TPS, membuat masyarakat setempat sejak tiga pekan terakhir merasa tidak nyaman. Selain aroma yang menyengat, sampah tersebut juga terlihat merusak pemandangan sekitar. "Sudah tiga pekan lebih tidak dipungut. Hampir sebulan. Satu pekan lalu hanya di sekitar baknya saja lama-lama tumpukan sampah ini semakin membesar hingga memanjang di pinggir jalan," tuturnya.

Saat dikonfirmasi, ketua RT setempat Kamal mengungkapkan, tidak rutinnya pemungutan sampah di kawasan tersebut sudah terjadi sejak lama. Walau demikian, ada petugas yang mengambil sampah, hanya saja pemungutan dilakukan pada sampah yang berada bak sampah saja, tidak pada tumpukan sampah yang berada di luar bak. Sehingga tumpukan sampah di luar bak tidak pernah berkurang. "Petugasnya jarang sekali mungkin paling cepat lima hari sekali datang. Kadang sampai tiga pekan. Makanya sampah di sekitarnya menumpuk karena tidak rutin pemungutan. Jadi warga yang mau buang sampah melihat baknya sudah penuh akhirnya menaruhnya di luar bak," bebernya.
Dari pantauan Radar Tarakan, tumpukan sampah tersebut dari bermacam-macam benda jenis seperti plastik kemasan makanan, sisa makanan, kertas, bahkan barang elektronik.
Kamal menerangkan, dirinya sudah pernah melaporkan masalah sampah tersebut kepada pihak kelurahan, namun hingga kemarin belum ditindaklanjuti.
"Sudah berapa kali kami lapor sama lurah. Tapi bilangnya nanti kami cek sekalian sama petugas. Cuma begitu selesai dicek habis itu tidak ada pemungutan juga," bebernya.

Meski demikian, mengetahui sampah tersebut berasal dari warganya, Kamal juga tidak dapat melakukan pelarangan terhadap aktivitas pembuangan sampah. Karena menurutnya kawasan tersebut memang diperuntukan membuang sampah. "Sebenarnya yang salah dinas terkait kenapa mereka mengambilnya tidak rutin. Kalau rutin pasti sampahnya tidak sampai keluar ke pinggir jalan. Sampai pekan lalu saya menyuruh warga untuk membakar sampahnya masing-masing tapi tetap warga pilih buang di situ," ungkapnya.
Jamal pun berharap dinas terkait dapat lebih memperhatikan kondisi TPS yang semakin hari semakin memprihatinkan. Sehingga penumpukan sampah tidak bertambah dan semakin parah. "Semoga berita ini dibaca dinas terkait. Harapan kami dinas terkait bisa rutin mengambil sampah di sini," harapnya. (*/zac/ash)

 

 

Editor : anggri-Radar Tarakan
#Hallo RT #sampah