Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Antisipasi Penyebaran DBD di Sebatik

anggri-Radar Tarakan • Jumat, 22 Februari 2019 - 17:11 WIB

NUNUKAN – Demam berdarah dengue (DBD), atau yang lebih dikenal dengan demam berdarah, disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Untuk mencegah demam berdarah, pemerintah setempat mengambil langkah antisipasi dengan cepat.

Camat Sebatik Timur, Wahyuddin mengatakan, gejala DBD telah melanda wilayah Kabupaten Nunukan, khususnya di Kecamatan Sebatik Timur. Untuk itu perlu mengambil langkah cepat untuk melakukan antisipasi penyebaran DBD. “Di Kecamatan Sebatik Timur, ada tujuh kasus penyakit DBD yang telah terdeteksi,” kata Wahyuddin.

Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan berbagai pihak, dengan melakukan rapat koordinasi dalam melakukan gerakan bersama untuk melakukan penanggulangan penyakit DBD di Kecamatan Sebatik Timur. Jika tidak dilakukan dengan segera, dikhawatirkan kasus akan  bertambah.

Menurutnya, tempat yang berpotensi untuk berkembang biak nyamuk yang dapat menyebabkan penyakit DBD perlu dibersihkan. Seperti tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat nyamuk bersarang. Perlu rutin membersihkan tempat-tempat tersebut, setidaknya dua kali seminggu untuk mengurangi risiko munculnya nyamuk pembawa demam berdarah. “Perlu kesadaran dari masyarakat sendiri untuk menjaga kebersihan sekitar rumah,” ujarnya.

Dia menambahkan, pencegahan ini bukan hanya tugas lembaga kesehatan atau pemerintah, namun semua elemen kalangan masyarakat juga harus ikut andil dalam mencegah peningkatan penyakit DBD ini. Masyarakat harus mencegah dan menjaga lingkungan tetap bersih. Juga melakukan perlindungan diri dengan menggunakan lousen anti nyamuk. “Tindakan pencegahan ini lebih baik dilakukan sejak awal, daripada melakukan tindakan pengobatan ketika sudah terkena DBD,” tambahnya.

Sementara, Kepala Puskesmas Sei Nyamuk, dr. Dahrah mengatakan, nyamuk aedes aegypti dapat terbang hingga radius 350 meter, yang dapat menyerang siapa saja dalam radius tersebut. “Jadi perlu waspada, walaupun rumah bersih namun lingkungan rumah yang tidak bersih tetap dapat menimbulkan penyakit DBD,” kata dr. Dahrah.

Untuk itu, semua pihak harus bertanggung jawab. Di lingkungan RT misalnya dapat dibentuk juru pemantau jentik. Selain itu, perlu dilakukan kerja bakti untuk membersihkan wilayah sekitar agar dapat mengendalikan penyakit demam berdarah. (nal/ash)

 

Editor : anggri-Radar Tarakan
#dbd